Kumpulan 9 Contoh Cerita Dongeng Fabel (Sasatoan) Bahasa Sunda!

Dongeng merupakan suatu cerita yang tidak benar-benar terjadi, yang sifatnya hanya untuk menghibur. Jenis Dongeng Fabel ini sendiri merupakan jenis dongeng tentang binatang atau dalam bahasa sundanya sato atau sasatoan yang seakan dapat berbicara atau bertingkah laku seperti layaknya manusia.

Jadi teringat waktu dulu disaat-saat bersama nenek, yang membuatku rindu. Teringat akan kasih sayangnya, perhatiannya, kesabarannya, dan yang membuat rindu kalau nenek sudah mendongengkan sebuah cerita. Sebelum tidur, nenek suka mendongengkan ku.

Baca Juga: Dongeng Sunda Sasakala Situ Bagendit, Kesimpulan jeung Ringkasana

Dongeng tersebut kebanyakannya dongeng tentang sasatoan (fabel), ada dongeng sakadang kuya jeung sakadang peucang, sakadang kuya jeung sakadang monyet, sakadang bagong jeung sakadang maung, dan dongeng bahasa sunda yang lainnya.

Memang yang namanya dongeng sasatoan itu merupakan salah satu dongeng yang sangat disenangi oleh anak-anak pada jaman dahulu, sebelum adanya alat hiburan yang modern seperti sekarang ini seperti radio, televisi termasuk gadget dan komputer.

KUMPULAN DONGENG FABEL BAHASA SUNDA UP TO DATE!

Kumpulan 9 contoh cerita dongeng fabel tentang binatang atau sasatoan bahasa sunda
contoh dongeng fabel sunda

Dalam artikel tentang dongeng kali ini, saya sudah mengumpulkan setidaknya ada 18 buah contoh cerita dongeng jenis fabel atau dongeng yang berhubungan dengan binatang atau sato (sasatoan) dengan menggunakan bahasa sunda. Silahkan dipilih sesuai dengan judul dongeng yang sudah disediakan dibawah ini.

Kumpulan 9 Contoh Cerita Dongeng Fabel (Sasatoan) Panjang, Pendek, Dan Singkat Bahasa sunda

1. “GAGAK HAYANG KAPUJI” 

2. “WAWALES KA NU TELENGES”

3. “KUDA HADE BUDI” 

4. “SAKADANG KUYA & SAKADANG M*NYET NGALA NANGKA”

5. “DONGENG SIREUM JEUNG JAPATI”

6. “SAKADANG MAUNG JEUNG SAKADANG BAG*NG”

7. “SAKADANG KUYA JEUNG SAKADANG MONYET NGALA CABE”

8. “DONGENG ENTOG EMAS”

9. “GAJAH ELEH KU SIREUM”

10. “DONGENG SI KANCIL ANU HANA’ANG”

11. “HAYAM KONGKORONGOK TI SUBUH”

12. “KUYA NGAGANDONG IMAHNA”

13. “DONGENG FABEL INSPIRATIF KUDA NU TARA MANDI”

14. “REUNGIT NU SOK DISADA NA CEULI”

15. “DONGENG IKAN SEGAR, LAUK LELE BOGAEUN PAMATIL!”

16. “DONGENG FABEL KUDA NGEDUL BAHASA SUNDA DAN AMANATNYA”

17. “SAKADANG BAGONG NU ADIGUNG NANGTANG KA MANUSA”

18. “MARI BERBAGI MAKANAN (DONGENG SAKADANG PEUCANG MENTA JAMBU)”

Last Update: September 2019

 

Untuk sementara mungkin hanya itu dulu, lain kali akan saya tambahkan cerita dongeng fabel atau dongeng tentang sasatoan bahasa sunda yang lainnya yang juga memiliki atau mengandung pesan moralnya didalamnya nanti.

 

Materi Pembelajaran Tentang Dongeng

Dongeng Karya Sastra Sunda

Sastra Sunda merupakan salah satu kekayaan budaya sunda. Sastra sunda itu banyak sekali, diantaranya adalah dongeng sunda. Dongeng adalah cerita yang tidak masuk akal dan tidak benar-benar kejadiannya, biasanya menceritakan tentang kejadian-kejadian jaman dahulu.

Tapi kalau dilihat keadaan dijaman sekarang, anak-anak khususnya yang tinggal di tatar sunda kebanyakan tidak mengenal bahkan sama sekali tidak mengetahui tentang dongeng. Oleh sebab itu, selaku generasi muda yang tinggal di tatar sunda harus memiliki kewajiban mengenalkan dan mengajak anak-anak supada menyukai dengan sastra sunda terutama dongeng.

Jenis dongeng dalam bahasa sunda itu banyak sekali rupanya diantaranya ada fabel, parabel, legenda, mite, sage, pamuk dan dongeng pieunteungeun.

Sajarah Berkembangnya Dongéng

Gelarnya sastra lisan di tatar sunda kira-kira dipengaruhi oleh pengaruh hindu, pada jaman ini semua sastra yang ada tidak diketemukan nama pengarangnya siapa (anonim).

Tidak seperti pantun, cerita-cerita mithologia, pabél, jangjawokan, asihan, jampé-jampé, kawih, dan seterusnya. terlihat jelas bahwa sastra lisan ada lebih dulu jika dibandingkan dengan sastra tulis. Sastra lisan ada setelah orang sunda mengenal tradisi tulis. Karena teknologi sekarang semakin maju, banyak dongeng yang dimuat dalam majalah dan surat kabar.

Definisi Dongéng Basa Sunda

Menurut kamus, dongéng itu cerita yang berhubungan dengan suatu tempat (babad) yang dibuat-buat, cerita karangan yang bukan kejadian yang sebenarnya.

Dongéng mangrupa carita rékaan anu méré kesan pamohalan tur ukuranana parondok


Awalnya dongeng hanya berupa bentuk cerita lisan, yang menyebar dari seseorang ke orang lainya, jadi tidak ditemukan yang mengarangnya atau anonim. Karena penyebarannya secara lisan, teks dongeng gampang sekali berubah dan hilang.

Dongeng merupakan salah satu golongan cerita dalam bentuk prosa. Dilihat dari bentuk dan tempatnya, dongeng biasanya menggambarkan keadaan dahulu. Tokoh-tokoh dalam dongeng bukan hanya manusia saja, tetapi juga hewan (sasatoan) sasatoan, buta,  atau makhluk lainya, bisa juga menceritakan tempat.

Unsur-unsur Dongéng

1. Téma

Tema, yaitu ide, maksud, atau tujuan yang ingin diceritakan oleh pengarang yang ingin diceritakan oleh pengarang dalam satu cerita dongeng, yang akan dijumpai oleh pembaca saat membaca atau mendengarkan dongeng tersebut.

2. Alur (Plot)

Alur (bahasa sundanya Galur) atau yang disebut juga jalan cerita atau untaian cerita  adalah bagian kejadian-kejadian yang saling berhubungan dengan cerita, untuk melanjutkan suatu jalannya cerita dongeng. Alur diartikan sebagai untaian dan berhubungan kejadian yang diceritakan oleh pengarang dari mulai awal cerita hingga pada akhir cerita.

Galur bisa dibagi jadi tilu rupa nya éta galur merélé, galur mabok tengah, jeung galur campuran.

3. Tokoh

Tokoh cerita atau pelaku yaitu orang atau pihak yang berperan di dalam suatu cerita dongeng.

4. Latar

Latar (setting), yaitu waktu dan tempat kejadian suatu cerita dongeng.

5. Amanat

Amanat yaitu pesan pengarang yang ingin disampaikan ke pembaca. Umumnya amanat dalam dongeng tidak dijelaskan, tetapi akan terasa saat sesudah kita selesai membaca atau mendengarkan cerita hingga pada akhirnya.

Ciri-ciri Dongéng

Ciri Ciri Carita dina Dongeng

1. Ceritanya pendek, jalan cerita dalam dongeng biasanya sederhana dan pendek. Yang menjadi alasannya yaitu cerita dingeng suka didongengkan kepada anak-anak, yang tentunya kemampuan menangkap bahasa dan ceritanya terbatas.
2. Ada bagian yang mustahil atau tidak mungkin
3. Termasuk kedalam bentuk lancaran dan ugeran (aturan)
4. Anonim atau tidak diketahui siapa nama pengarangnya.
5. Mempunyai fungsi dan bermanfaat sebagai alat pendidikan, hiburan, sosial, dll. Walaupun dongeng disampaikan secara santai akan tetapi mempunyai nilai pendidikan, yang utamanya mengenai tentang budi pekerti dan contoh prilaku yang baik (pieunteungeun).
6. Sifatnya pralogis, yaitu memiliki logika yang berbeda dengan logika umum.
7. Sifatnya tradisional, yaitu penyebarannya secara turun temurun.
8. Pola mendongeng tetap atau tidak berubah

Fungsi Dongéng


Kedudukan dongeng begitu pentingnya untuk masyarakat yang masih memegang teguh tradisi. Menurut kepercayaan, dulu dongeng tidak dapat dipisahkan dalam upacara ritual manusia.

Fungsi dongeng dari jaman ke jaman berubah. Menurut kepercayaan dahulu, pada jaman masyarakat kuno dongeng tidak dapat dipisahkan dari asal-usul upacara-upacara ritual manusia. Dongeng bisa diartikan sebagai sarana untuk menghibur anak yang mudah menangis (céngeng).

Tapi jika dilihat lebih dalam lagi, kedudukan dongeng bukan hanya sebatas untuk menghibur anak saja, tetapi memiliki tujuan lain seperti yang dijelaskan dibawah ini.

1. Agar anak kita tahu akan keturunannya.
2. Agar anak kita tahu akan hubungan keluarga (pancakaki).
3. Agar anak kita tahu dengan asal muasal suatu tempat.
4. Agar anak kita tahu keadaan di kampungnya, baik keadaan alamnya maupun tradisi atau adat istiadatnya.
5. Agar anak kita menemukan luang dalam pekerjaan dari leluhur atau nenek moyangnya untuk bekal hidupnya.
6. Agar pekerjaan berat terasa lebih ringan.

Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan Bambang Sudarmoyo pada tahun 1975, bahwa dongéng dapat meningkatan Intelegence Question (I.Q) pada anak.

Dongeng dapat memotivasi anak supaya mempunyai cara berfikir dan berprilaku yang lebih efisien untuk mencapai hasil yang lebih bagus dari sebelumnya, juga salamanya dapat meraih prestasi dengan optimal.

Penelitian lainya menyebutkan bahwa dongeng dapat memberikan kenikmatan, kabahagiaan batin dan meningkatkan kecerdasan bagi yang membacanya. Hal tersebut dibuktikan oleh penelitian di Amerika, yang menjelaskan bahwa anak turunan Asia di Amérika lebih cerdas jika dibandingkan dengan anak-anak turunan orang Amérika.

Sebab, warga Asia yang tinggal di amerika tidak meninggalkan tradisi dari leluhurnya, terutama yaitu membacakan dongéng-dongéng mengenai leluhur atau nenek moyang mereka kepada anaknya.

Jenis-Jenis Dongéng

Jenis dina Dongeng

1. Dongéng Fabel (Sasatoan)

Dongéng Fabél yaitu dongeng atau cerita rekaan yang isinya mengajarkan moral atau pendidikan budi pekerti, oleh sebab itu ceritanya menggambarkan sifat-sifat, watak, dan budi pekerti manusia, tapi diperankan oleh hewan atau binatang.

Umumnya dongeng fabel ini menceritakan hewan yang pola pikirnya seperti layaknya manusia, misalnya saja bisa bercerita dan juga dapat menggunakan akal dan fikiran.

Dongeng fabel biasanya watak pelakunya sudah berpola, contohnya saja cerita Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet. Dongeng Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet itu merupakan dongeng asli dari Sunda.

2. Dongéng Sage (Babad)

Dongéng Sagé adalah cerita mengenai kepahlawanan yang menceritakan kejadian atau manusia, yang mengandung unsur sejarah.

Dongeng Sagé merupakan cerita peperangan dijaman dahulu, umumnya menceritakan tokoh yang legendaris serta panjang, dan isinya tentang kepahlawanan, orang tersohor, atau perjalanan yang lucu. Contohnya Dongeng Prabu Siliwangi, Dipati Ukur, Séh Abdul Muhyi, dan sebagainya.

3. Dongéng Parabel (Kahirupan Jalma Biasa)

Dongeng Parabél yaitu dongeng yang isinya menceritakan kisah seseorang yang dianggap berbeda dari orang lain. Ceritanya banyak lelucon tapi mengandung suatu nilai pendidikan.

Contohnya yang sudah tersohor dalam sastra Sunda yaitu dongeng-dongeng Si Kabayan. Bukan hanya itu, ada juga dongeng terjemahan dalam sastra asing seperti dongéng Abu Nawas, Nasarudin, Si Congcorang, dan sebagainya.

Baca juga:  Dongeng Sunda si Kabayan Jeung Nyi Iteung 10 Judul Cerita

4. Dongéng Mite

Dongéng mité yaitu dongeng yang menceritakan kisah seseorang yang dianggap karamat oleh masarakat. Umumnya dongeng mite sangat kental dengan kepercayaan masyarakat dengan alam gaib. Cerita dalam dongeng mite umumnya mengisahkan kejadian alam dunia, manusia, dan adanya kematian.

Ada juga dongeng mite yang menceritakan ciri khas hewan, bentuk topografi, dan tanda-tanda alam. seperti nasi, jagung, dan lain sebagainya.

Contohnya Dongeng Dewi Sri, Dongéng Nyi Roro Kidul, Dongéng Munjung, Dongéng Maung Kajajadén, dan Dongéng Ngipri.

Baca Juga: Contoh Dongeng MITE Bahasa Sunda

5. Dongéng Pieunteungeun

Dongéng Pieunteungeun yaitu dongeng yang isinya terdapat nilai pendidikan yang dapat dijadikan contoh yang baik, suri tauladan untuk kehidupan manusia. Baik itu dongeng tentang manusia biasa maupun hewan. Contohnya Dongeng Cikaracak Ninggang Batu Laun-laun jadi Legok.

6. Dongéng Pamuk

Dongéng pamuk yaitu dongeng yang menceritakan kegagahan atau kesaktian seseorang yang biasanya ada hubungannya dengan tokoh atau kejadian sejarah. Contoh cerita pamuk di daerah Sunda dapat dilihat dari kisah cerita ”Prabu Siliwangi”.

Prabu Siliwangi yaitu tokoh yang terbilang sakral di daerah Jawa Barat. Sebagaimana yang kita tahu, Prabu Siliwangi adalah seorang raja yang pernah memerintah di wilayah jawa barat, Pasundan.

7. Dongéng Légénda (Sasakala)

Dongeng legenda yaitu dongeng yang menceritakan asal-usul suatu tempat, barang, hewan, atau tumbuh-tumbuhan. Dongeng sasakala merupakan golongan cerita rakyat yang sudah turun menurun, yang sudah menjadi milik satu golongan masyarakat.

Pelaku utama dalam dongeng legenda ini manusia biasa. Berdasarkan dari ceritanya, dongeng legenda dibagi menjadi tiga, yaitu dongeng Legenda Agama, Dongeng Legenda Alam gaib, Dongeng Legenda tokoh manusia dan Dongeng Legenda tempat (wewengkon).

Baca juga: Kumpulan 15+ Judul Dongeng Sunda Legenda Sasakala Jawa Barat

Teknik-Teknik Mendongéng


a. Membaca langsung dari buku

Teknik ini yang paling efektif, kalau guru memiliki buku dongeng yang disukai dan cocok untuk dibacakan kepada muridnya.

Ciri-ciri bahwa dongeng dapat dipahami oleh anak-anak, yaitu pesan yang disampaikan dalam cerita tersebut dapat diserap dan dipahami, bahwa kelakuan dalam cerita tersebut benar apa salahnya.

b. Mendongeng menggunakan ilustrasi dalam gambar

Teknik ini efektif kalau dongeng yang disampaikan mengandung ilustrasi gambar dalam buku yang disenangi oleh anak-anak. Menceritakan dongeng menggunakan ilustrasi gambar maksudnya untuk menjelaskan pesan-pesan yang ada dalam ceritanya.

c. Menceritakan dongeng secara langsung

Teknik ini efektif digunakan kalau guru menyediakan dongeng yang dapat menarik perhatian siswa. Teknik ini merupakan teknik yang paling simpel, sebab tidak memerlukan media lainya.

d. Mendongeng menggunakan papan flannel

Cara membuat papan flanel yaitu dengan cara melapisi papan dengan kain flannel yang warnanya netral, kemudian gambar tokoh-tokoh yang mewakili karakter dalam dongeng tersebut digunting sesuai polanya pada kertas, lalu ditempelkan pada papan tersebut.

e. Mendongeng Menggunakan Bonéka

Biasanya metode ini disesuaikan dengan umur serta pengalaman anak, karna pada umumnya anak-anak akan sangat menyukai sekali jika dongeng tersebut dibacakan sambil menggunakan boneka.

Penutup:

Dongeng begitu pentingnya untuk masyarakat yang masih memegang teguh tradisi. Dongeng dapat dipergunakan untuk menyampaikan pesan seperti pesan moral. Oleh karena itu, dongeng bisa dijadikan sebagai media pembelajaran di sekolah.

Demikian artikel mengenai Kumpulan 9 contoh cerita dongeng fabel tentang sasatoan basa sunda, mulai dari cerita dongeng pendek, singkat, hingga dongeng fabel dengan alur cerita yang panjang, beserta materi pembelajaran tentang dongeng. Semoga dapat bermanfaat dan terimakasih atas waktunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *