Apa Itu Makna dan Sejarah Dari Istilah Sasieureun Sabeunyeureun?

By | April 29, 2019

Mungkin kalau dalam bahasa indonesia kita pernah mendengar istilah seperti ini “Sedikit-sedikit lama-lama akan menjadi bukit”. Nah begitulah kira-kira makna yang terkandung dalam kata sasieureun sabeunyeureun ini. Namun makna kata ini lebih identik kedalam hal bergagi kebaikan walau sekecil apapun.

Asal Muasal Istilah Kata Sasieureun Sabeunyeureun

Istilah ini sendiri sebenarnya digunakan oleh orang tua (kolot baheula) terdahulu untuk memberi kesan terhadap hal akan berbagi kebaikan, kata ini sebenarnya berasal dari nama hewan dan benda-benda kecil, berikut penjelasan selengkapnya mengenai asal dari istilah ini sebenarnya.

Asal Kata Sasieureun

Kata sasieureun sendiri asalnya dari kata sieur. Sieur sendiri adalah sejenis serangga yang amat kecil yang biasanya terdapat pada ayam betina ketika sedang mengerami telurnya.

Dan saat telur itu menetas ketika induk ayam diangkat dari sarangnya biasanya akan terlihat sieur yang suka menggerayang ke mana-mana. Termasuk ke tubuh orang yang bersentuhan dengan induk ayam tersebut.

Bentuk sieur ini sekilas memang tidak terlihat, dan hanya terasa merang atau (gatal-gatal) saja, jika menempel pada bagian tubuh kita yang terkena serangannya.

Asal Kata Sabeunyeureun

Sedangkan kata sabeunyeureun berasal dari kata beunyeur yang artinya bubuk beras yang sangat kecil dalam bahasa indonesianya kita sebut dengan “menir”.

Beunyeur atau menir ini merupakan bagian terkecil dari beras yang ditumbuk, sehingga jarang sekali dimanfaatkan, kecuali untuk makanan ayam atau burung peliharaan saja biasanya.

Selain itu menir ini sesekali digunakan untuk dimasak menjadi pais beunyeur yang dikategorikan sebagai makanan sambilan capek rahem di luar nasi sebagai makanan sehari-hari.

Arti Istilah Sasieureun Sabeunyeureun

Asal Muasal Istilah Kata Sasieureun Sabeunyeureun

Nah, dari kedua jenis makhluk dan benda kecil itu, oleh para karuhun Sunda digabung menjadi idiom sasieureun sabeunyeureun. Istilah untuk menggambarkan rasa solidaritas, kebersamaan, saling bantu dalam sesuatu perkara. berbagi ala kadarnya, lebih baik berbagi walaupun sedikit daripada tidak sama sekali.

Dalam istilah ini, penuh dengan gambaran rendah hati, sebagai siloka bahwa yang diberikan tidak berarti apa-apa. Padahal dalam kenyataan, bantuan atau pemberian sekecil apa pun sangat berarti bagi orang yang membutuhkan atau orang yang diberi.

Sasieureun Sabeunyeureun adalah berbagi kebaikan sekecil apapun

Kehidupan masyarakat sunda di tatar jawa barat, memang terkenal dengan rasa simpati kepada sesama. Hal ini tampak dari sikap dan sifat gotong royong, rempug jukung sauyunan dalam menjalin kekerabatan antar lingkungan yang saling peduli.

Misalnya, ketika seorang tetangga membangun rumah atau sedang merubuhkan rumah lama, Maka datanglah para tetangga ikut membantu. Sedangkan yang tidak dapat membantu dengan tenaga, datang membawa makanan dan pengan apa saja sekadar untuk konsumsi orang-orang yang bekerja.

Nah, dari situlah lahir istilah sasieureun sabeunyeureun yang bisa diartikan sekedar untuk membantu alakadarnya, membantu sebisanya, semampunya, atau apa adanya. Meskipun bantuan tersebut tidak besar, namun diharapkan dapat bermanfaat.

Para karuhun Sunda yang arif bijaksana, telah mafhum akan pengertian nilai keikhlasan. Besar atau kecil bukan masalah. Yang penting, ada dan berguna, baik bagi yang memberi maupun yang menerima.

Sebab, bagi Allah SWT..

“Siapa saja yang berbuat kebaikan walaupun hanya sebesar biji atom, akan mendapat ganjaran. Demikian pula yang berbuat kejahatan, sekecil apa pun, tetap akan mendapat siksaan.” (Q.S. Al Zalzalah : 7-8).

Nah, begitulah arti dari istilah sasieureun sabeunyeureun beserta sejarah istilah ini. Jadi kesimpulannya kata-kata ini identik dengan hal berbagi kebaikan, berbagi walaupun amat sedikit dan kecil, namun tetaplah merupakan suatu kebaikan yang bernilai amat besar bagi kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *