Mengenal Fungsi Tujuan Struktur Ciri dan Jenis Pidato

Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaijan kepada orang banyak. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut.

Pada saat berpidato, sudah dapat dipastikan bahwa akan terjadi hubungan antara yang berpidato dengan yang diberi pidato. Oleh sebab itu , maka yang berpidato hendaknya mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya, agar tercapai apa yang diharapkannya.

Rumusan Masalah:

  • Apakah yang dimaksud dengan pidato?
  • Apa saja tujuan dari berpidato?
  • Apakah pengertian dari metode naskah?
  • Sebutkan keuntungan dan kekurangan dari metode naskah?
  • Bagaimana cara berpidato  yang baik dengan metode naskah ?

Baca juga:
•  Rangkuman Contoh Pidato Bahasa Sunda Lengkap, Up to Date!

Materi Pembelajaran Metode Pidato Mengenal fungsi, tujuan, struktur, ciri dan jenis Pidato!
Fungsi, tujuan, struktur, ciri dan jenis Pidato

Dalam tulisan ini kita akan mengetahui mengenai pengertian pidato, tujuan dari berpidato, mengetahui pengertian metode naskah dalam berpidato, mengetahui kekurangan dan keuntungan metode naskah dan mengetahui cara berpidato yang baik dengan metode naskah.

Pengertian Pidato

Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event di sekolah, dan lain sebagainya.

Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik atau umum tentu saja dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.

Tujuan Pidato

1. Menyampaikan informasi, pidato merupakan bentuk komunikasi dengan pihak lain, sehingga dapat juga menjadi media penyampaian informasi kepada masyarakat secara langsung.
2. Menghibur, tujuan pidato ini bermaksud untuk menghibur pendengar, tentu dengan batasan-batasan dan tidak melupakan kesan pidato yang formal.
3. Mempengaruhi, tujuan pidato ini biasanya mempengaruhi atau mengajak masyarakat untuk melakukan sesuatu seperti yang diinginkan oleh pembawa pidato. Misalnya pidato mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
4. Memotivasi,tujuan pidato ini memberikan semangat atau dorongan moral pada pendengar.

Pengertian Pidato Metode Naskah

Metode naskah merupakan metode pidato yang benar-benar dipersiapkan terlebih dahulu, apa yang akan dipidatokan secara lengkap kedalam bentuk naskah. Metode ini biasanya digunakan dalam pidato resmi, pidato lewat radio atau televisi.

Baca juga:

Penampilan metode ini menimbulkan kesan kaku dan kurangnya perhatian pembicara kepada pendengar. Pandangan pembicara lebih tertuju kepada naskah pidato daripada para pendengar.

Hal-hal Yang Perlu diperhatikan Sebelum Berpidato Metode Naskah

Hal Yang Perlu diperhatikan Sebelum Berpidato Metode Naskah
Pidato Metode Naskah

Sebelum berpidato, sebaiknya kita menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan pidato yang akan kita sampaikan, bukan saja metode naskah namun semua pidato jenis pidato tentunya, antara lain adalah :

1. Naskah / Teks Pidato

Agar pidato lebih terarah, kita dapat menyusun naskahnya terlebih dahulu. Ada beberapa peristiwa saat akan berpidato dan menulis teks pidato, yakni sabagai berikut :

  • Menentukan topik dan tujuan pidato

Pokok atau topik dan tujuan pembicara dalam suatu pidato merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Pokok atau topik pembicaraan merupakan persoalan yang dikemukakan, sedangkan tujuan pembicaraan berhubungan dengan tanggapan yang diharapkan dari para pendengar berkenaan dengan persoalan yang dikemukakan itu.

  • Menganalisis pendengar dan situasi

Menganalisis situasi dan pendengar terlebih dahulu perlu dilakukan agar pembicaraan dapat mencapai tujuannya.

Misalnya, menganalisis dahulu maksud pengunjung mendengarkan uraian, susunan acara, tempat pembicaraan berlangsung, usia, pekerjaan, serta pendidikan pendengar.

  • Mengumpulkan bahan materi

Bahan-bahan yang dikumpulkan harus berhubungan dengan persoalan atau topik yang akan dibahas. Lebih lengkap bahan yang diperoleh akan memperlancar pembicaraan dalam menyusun suatu naskah.

  • Membuat kerangka uraian

Kerangka uraian yang dibuat itu sebaiknya terperinci dan tersusun baik. Dengan demikian, akan memudahkan kita dalam menyusun naskah pidato.

Contoh kerangka isi pidato

Topik : Meningkatkan kegemaran pembaca
Tujuan : Meningkatkan minat baca para pelajar

1. Pendahuluan

  • a. Salam pembuka
  • b. Sapaan untuk pendengar (audiens)

2. Isi

  • a. Derasnya informasi di sekitar kita
  • b. Akibat yang timbul jika tidak suka membaca

3. Salam penutup

  • e. Mengembangkan kerangka uraian

Jadi, naskah pidato disusun berdasarkan kerangka yang telah dibuat sebelumnya. Pergunakanlah kata-kata yang tepat, kalimat yang efektif, penggunaan istilah dan gaya bahasa yang sesuai hingga dapat memperjelas uraian. Oleh karena itu, gaya bahasa (retorika) dan pilihan kata (diksi) dalam kalimat pidato perlu diperhatikan.

Melatih Intonasi, Artikulasi, dan Volume Suara untuk Berpidato dengan Percaya Diri

Melatih Intonasi, Artikulasi, dan Volume Suara untuk Berpidato
Melatih Intonasi, Artikulasi, dan Volume Suara untuk Berpidato

Agar penyampaian isi pidato menjadi menarik, tidak monoton, dan tampak berenergi, seorang pembawa pidato perlu melakukan persiapan. Persiapan yang utama menyangkut intonasi, artikulasi, dan volume suara saat berpidato. Seorang pembawa pidato perlu berlatih masalah intonasi, artikulasi, dan volume suaranya agar terdengar jelas.

  • Intonasi

Adalah lagu kalimat, sedangkan tempo adalah cepat-lambatnya kalimat itu diucapkan. Sementara itu, nada menggambarkan tinggi rendahnya pengucapan kata atau suku kata, sedangkan jeda adalah penghentian pada satuan-satuan gagasan dalam suatu kalimat.

Lagu kalimat menggambarkan naik-turunnya kalimat itu dilafalkan. Intonasi yang tepat dalam mengucapkan kalimat akan menarik perhatian pendengar (audiens) dan sekaligus pendengar dapat terbantu untuk menulusuri nama bagian yang penting (gagasan utama) dan mana bagian yang kurang penting (gagasan pendukung).

Intonasi kalimat perlu divariasikan untuk menunjukkan bagian yang penting atau kurang penting. Suatu saat, digunakan intonasi menaik untuk gagasan utama, dan pada saat yang lain digunakan intonasi menurun untuk gagasan pendukung. Kedua cara itu dapat divariasikan, saling mengganti agar tidak membosankan. Banyak-banyaklah berlatih dan minta dikoreksi orang lain.

  • Artikulasi

Adalah pengucapan huruf atau kata dengan jelas, tidak mendengung. Pengertian lain, artikulasi itu jelas a,i,u,e,o nya.

  • Volume suara

Volume suara dalam berpidato harus seimbang, tidak terlalu keras, tidak juga terlalu pelan. Kita dapat menyesuaikan dengan pendengarnya, dan juga tempatnya. Volume suara tidak perlu terlalu keras seperti ngotot, atau terlalu pelan, sekiranya para pendengar (audiens) dapat mendengarkan suara kita.

Di sela-sela pergantian topik pidato, dapat juga disisipkan kata atau kalimat sapaan. Penggunaan sapaan bermanfaat untuk mengajak pendengar (audiens) untuk tetap memperhatikan pidato. Sapaan yang digunakan harus sopan dan pengucapannya dengan intonasi yang bertekanan serta artikulasi dan volume yang bertekanan. Contoh kalimat sapaan :

  1. Bapak dan Ibu guru yang saya hormati
  2. Teman-teman yang saya cintai

Bahasa yang Digunakan Dalam Menyampaikan Pidato

Bahasa yang Digunakan Dalam Menyampaikan Pidato
Bahasa Dalam Menyampaikan Pidato


Bahasa adalah alat komunikasi yang paling penting, begitu juga dalam menyampaikan pidato, bahasa yang kita gunakan harus sesuai dengan para pendengarnya, misalnya jika kita diharuskan menyampaikan pidato di depan para pemuda, pemimpin, seperti kepala desa, kepala sekolah, dewan juri, dan seterusnya, sebaiknya kita menggunakan bahasa baku dan formal.

Sedangkan jika kita membawakan pidato di depan teman-teman sebaya kita, kita dapat menggunakan bahasa sehari-hari yang lebih santai agar terkesan lebih komunikatif dan lebih dimengerti oleh pendengar (audiens).

Hal-hal yang Harus Dihindari Selama Berpidato

Selama menyampaikan pidato ada beberapa hal yang harus kita hindari agar dapat menyampaikan pidato dengan baik, dan menarik perhatian pendengar (audiens). Mungkin tidak semua hal di bawah ini dapat kita lakukan dengan baik, tetapi dengan berusaha sebaik-baiknya kita pasti bisa mencobanya.

Beberapa hal yang harus kita hindari saat membawakan pidato di depan umum, agar pidato yang kita tampilkan dapat semaksimal mungkin dimengerti oleh pendengar (audiens) sehingga dapat menarik perhatian mereka, yaitu :

1. Jangan menggunakan kata-kata yang sulit dimengerti oleh pendengar (audiens)

Agar pendengar (audiens) mengerti betul apa yang kita sampaikan dalam pidato yang kita bawakan, hindari menggunakan kata-kata sulit yang artinya kurang dimengerti oleh pendengar (audiens) agar tidak menimbulkan salah paham di antara pendengar pidato.

Dalam pemilihan kata-kata kita harus menganalisis para pendengarnya. Kata-kata yang kita pakai harus disesuaikan juga dengan tingkat pendidikan para pendengarnya (audiens). Kita tentu tidak akan membacakan pidato di depan para petani dengan menggunakan kata-kata yang digunakan untuk berpidato di depan Bapak Presiden?

Jadi, pemilihan kata-kata sangat perlu agar isi pidato dapat tersampaikan dengan baik dan hindari menggunakan kata-kata yang artinya sulit dimengerti oleh pendengar. Jika memang penggunaan kata tersebut perlu dilakukan, maka berilah keterangan arti kata-kata tersebut setelah mengucapkan kata tersebut.


2. Jangan menggunakan kata-kata yang kurang sopan

Dalam menyampaikan pidato jangan menggunakan kata-kata yang kurang sopan didengar, karena itu akan mempengaruhi minat pendengar (audiens)

3. Jangan membuat isi pidato menjadi tidak jelas

Dalam hal ini maksudnya, jangan membuat isi pidato tidak jelas denga membawakan pidato panjang lebar tetapi isinya tidak jelas, sehingga membuat para pendengar (audiens) merasa bosan ketika mendengarkan pidato.

Usahakan pidato yang kita bawakan temanya menarik bagi pendengar (audiens). Jangan membawakan pidato terlalu panjang, tetapi isi maksud dari pidato tersebut tidak jelas. Maka pendengar (audiens) tidak akan mengerti maksud dari pidato yang kita bawakan. Selain itu juga dapat menimbulkan rasa bosan.

4. Pergunakan waktu sebaik mungkin, jangan terlalu lama menyampaikan pidato

Rasa bosan yang timbul saat mendengarkan pidato, sebagian besar disebabkan karena lamanya seorang pembawa pidato menyampaikan pidatonya. Di samping waktu yang terlalu lama, topiknya juga kurang menarik, sehingga pendengar (audiens) merasa bosan dengan pidato yang dibawakan dan akhirnya tidak merespon apa yang kita sampaikan.

Sesuaikan waktu pidato dengan situasi dan kondisinya. Jika dirasa pidato tersebut sudah mengungkapkan semua maksud dan tujuan dari pidato kita, maka cukupkanlah jangan terlalu panjang lebar, tetapi membuat isinya menjadi tidak jelas, lebih baik menggunakan kalimat yang efektif.

5.Jangan memakai pakaian yang kurang rapi

Pidato bersifat formal dan resmi, jadi masalah penampilan juga sangat penting dan harus benar-benar diperhatikan karakteristik seseorang dapat dilihat dari cara dia berpakaian. Dalam berpidato pakaian yang kita pakai harus sesuai dengan situasi dan kondisi. Berpakainlah yang rapi sehingga ada nilai tambah bagi pendengar (audiens) untuk mendengarkan pidato yang kita bawakan.

6. Jangan menunjukkan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan

Dalam berpidato, ekspresi wajah juga menjadi penilaian oleh pendengar (audiens). Oleh karena itu dalam membawakan pidato tunjukkan ekspresi wajah yang ramah dan jangan lupa sesekali memberikan senyuman pada pendengar (audiens) agar pendengar (audiens) merasa tertarik untuk mendengarkan pidato yang kita sampaikan.

7. Jangan terlalu banyak bergerak saat membawakan pidato

Ketika membawakan pidato atau berpidato jangan terlalu banyak bergerak. Usahakan tetap tenang, kita dapat melakukan gerakan tangan (gestur) untuk memberikan penekanan pada sesuatu yang kita maksudkan.

Teknik Penyajian Berpidato yang Baik

Teknik Penyajian Berpidato yang Baik
Teknik Berpidato yang Baik

Dalam menyampaikan materi pidato diperlukan strategi penyampaian yang baik, hal ini di maksudkan agar menarik simpati pendengar. Oleh karena itu, di bawah ini ada beberapa teknik penyampaian pidato yang baik.

  1. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami pendengar.

  2. Menggunakan contoh dan ilustrasi yang mempermudah pendengar dalam memahami konsep yang abstrak apabila diperlukan.

  3. Memberi penekanan dengan cara mengadakan variasi dalam gaya penyajian.

  4. Mengorganisasikan materi sajian dengan urut dari hal mudah ke hal yang sulit dan lengkap.

  5. Menghindari penggunaan kata-kata yang meragukan dan berlebih-lebihan.

  6. Program atau materi disajikan dengan urutan yang jelas.

  7. Berikan ikhtisar butir-butir yang penting, baik selama sajian maupun pada akhir sajian.

  8. Gunakan variasi suara dalam memberikan penekanan pada hal-hal yang penting.

  9. Kejelasan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang tepat agar pendengar tidak bosan atau terkesan monoton.

  10. Membuat dan mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman pendengar,  minat pendengar, atau sikap pendengar, jika diperlukan.

  11. Menggunakan nada suara, volume suara, kecepatan bicara secara bervariasi.

  12. Menggunakan bahasa tubuh yang mendukung komunikasi Anda dengan pendengar.

Kesimpulan:

Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaijan kepada orang banyak. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Metode berpidato dapat dilakukan dengan empat cara: membaca naskah, menghafal, spontanitas, menguraikan kerangka.

Sebagai pembicara, harus memiliki salah satu metode yang dikehendaki, sesuai selera,kemampuan, tujuan dan situasi yang akan dihadapi. Dalam berpidato dalam menggabungkan metode-metode tersebut. Sebelum memilih harus mempertimbangkan secara matang teknik yang akan dipilih sebab masing-masing metode itu memiliki kekurangan dan keunggulan.

Salah satu metode pidato yang sering digunakan dalam acara resmi adalah metode naskah. Metode naskah adalah berpidato dengan menggunakan naskah yang telah dibuat sebelumnya. Pembicara menuliskan terlebih dahulu apa yang akan dipidatokannya itu secara lengkap didalam bentuk naskah.

Penampilan dengan metode ini menimbulkan kesan kaku dan kurangnya perhatian pembicara pada pendengar. Pandangan pembicara lebih banyak tertuju pada naskah pidato daripada para pendengar. Untuk mengurangi kelemahan ini pembicara harus mengadakan latihan-latihan secara intensif.

# Referensi :

Retorika metode pidato pendidikan bahasa dan sastra fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas muhammadiayah purworejo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *