Kumpulan Contoh Kalimat Mamanis Basa Panutup Biantara Dll

By | Februari 4, 2019

Dalam pelajaran sekolah sehari-hari baik itu seperti ditingkat pertama SMP ataupun di tingkat lanjut seperti SMA kita sering menemui pembelajaran seputar kalimat mamanis basa yang masih merupakan bagian dari pakeman basa.

Mamanis basa dalam bahasa sunda merupakan kata-kata pemanis yang membuat tulisan atau ucapan tersebut menjadi lebih indah, mamanis basa ini sering kita temui misalnya dalam pembuka atau penutup biantara atau pidato dalam basa sunda.

Baca juga:

Materi mamanis basa

Mamanis basa dalam bahasa Sunda adalah kata-kata pemanis yang ditambahkan pada kalimat yang diucapkan, seperti misalnya dalam pidato bahasa sunda, khutbah atau ditulis di dalam pribahasa atau karya sastra sunda lainnya.

Fungsi Mamanis Basa

Mamanis basa dalam bahasa sunda ini setidaknya memiliki dua fungsi yaitu :

(1) Fungsi komunikatif, yang dalam artian digunakan untuk lebih menjelaskan maksud yang akan disampaikan oleh seseorang yang bercerita, dengan cara memberikan perbandingan berupa babasan atau peribahasa yang sudah dikenal oleh masyarakat.
(2) Memiliki fungsi éstétik, yang dalam artian untuk menciptakan suatu keindahan bahasa dengan cara memainkan suara berupa purwakanti yang di susun supaya menjadi patokan kepada orang yang diajak bercerita.

Sehingga jika di lihat dari fungsi diatas, mamanis basa ini memiliki arti yang positif. Tapi bukan berarti dengan nama mamanis basa tersebut maka akan membawa manis?

Sebab kalau terlalu manis maka akan terlalu “giung” kalau kata orang sunda mah. Jadi sebaiknya jangan terlalu berlebihan dalam penggunaannya.

Contoh Mamanis Basa

Materi dan mamanis basa dalam panutup dan pembuka biantara beserta contoh jenis jenis kalimatnya.

Jauh di jugjug anggang di teang..

  • Artinya dalam kalimat mamanis basa tersebut memiliki arti “meskipun jauh, tapi tetap di usahakan untuk hadir atau datang”. Karena acara itu penting.

Paamprok jonghok patepang raray..

  • Arti dari paamprok jonghok patepang raray yakni bertemu muka langsung. Kalimat bahasa Sunda tersebut termasuk ke dalam jenis kalimat yang disebut “mamanis basa” yang artinya adalah sama dengan pemanis bahasa. Ciri dari kalimat mamanis basa dalam bahasa Sunda adalah kata-katanya yang murwakanti.

Contoh mamanis basa jeung hartina

Cunduk waktu anu rahayu, ninggang mangsa anu sampurna, nitih wanci anu mustari..

Kalimat ini merupakan peribahasa yang memiliki arti “sudah sampai dengan waktunya” mamanis basa ini juga sering ditemui dalam biantara atau pidato. Dalam beberapa peribahasa sunda terkadang terdapat peribahasa yang kata-katanya murwakanti atau yang memiliki purwakanti, seperti yang terdapat dalam peribahasa diatas.

Hapunten, sim kuring téh sanés badé mapatahan ngojay ka meri..

Contoh mamanis basa dalam pribahasa “Hapunten, sim kuring téh sanés badé mapatahan ngojay ka meri”, Kira-kira jika diartikan dalam bahasa indonesianya seperti ini “Maaf, bukannya saya mau mengajari renang ke bebek”, Sehingga maksud dari kalimat tersebut adalah bukannya saya sok mau mengajari anda.

Katampi ku asta kalih kasuhun kalingga murda..

Maksud dari mamanis basa “katampi ku asta kalih kasuhun kalingga murda” adalah diterima dengan gembira, atau “diterima dengan dua tangan” atau bisa juga disebut dengan istilah diterima dengan dua tangan terbuka dan gembira.

Contoh Mamanis Basa dina Bubuka Panutup Biantara

Contoh Mamanis Basa Yang Ada Dalam Pidato:

1. Sakitu anu ku sanggakeun pamungkas pihatur, agung cukup lumur jembar pangampura tina sadaya kakirangan sareng kalepatan.

2. Hapunten, sim kuring teh sanes bade` mapatahan ngojay ka meri, nanging aya sawatawis perkawis anu hoyong di dugikeun minangka kereteg ati ti wawakil nonoman sunda.

3. Mugi agung cukup lumur, jembar hapuntenna anu diteda, bilih langkung saur bahé carék. Bilih aya budi anu kajingjing ti tepis wiring, basa anu kacandak ti padésaan.

4. Bilih aya nu kabadug kalbu kagedag manah, kabentur tuur kabéntar taar, kababuk punduk kapangkék kélék, kaciwit imbit katajong tonggong sareng bobokong. Hapuntenna anu kasuhun.

5. Para wargi sadaya bingah amar wata suta bingah kagiri giri bingah nu taya papadana. Nugar cadas manggih emas.

6. Mobok manggih gorowong aya jalan komo mentas, jalan gede sasapuan batu turun kesik naek, itu purun ieu daek laksana aya pamaksadan. Ngahaturken rewu nuhun  kanu parantos ngadugiken sambutanana kana biantara

Nah, itulah beberapa contoh kalimat mamanis basa, dan sebenarnya masih banyak lagi yang lainnya, seperti yang terdapat dalam pembukaan ataupun penutup pidato atau biantara basa sunda misalnya, silahkan dicari sendiri yang lainnya.

Kesimpulannya, sepertinya memang tidak ada lagi yang kaya akan kata-kata sebagai pemanis dalam bahasa seperti ini, selain dengan menggunakan bahasa sunda? Jadi, mari kita jaga warisan seni bahasa yang satu ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *