Contoh Basa Lulugu dan Basa Wewengkon atau Dialek

Diposting pada

Bahasa sunda merupakan bahasa kedua terbesar yang banyak digunakan di indonesia setelah bahasa jawa. Menurut keterangan para ahli bahasa, dalam penggunaan basa sunda itu ada dua jenis, yakni basa lulugu (indung) dan basa wewengkon atau dialek.

Pengertian dan Maksud Basa Lulugu

Basa lulugu adalah bahasa baku atau bahasa standar yang merupakan ragam bahasa atau dialek yang sudah ditetapkan dan dijadikan sebagai bahasa standar yang digunakan. Jadi, basa lulugu itu merupakan bahasa persatuan dimasyarakat sunda itu sendiri, yang memiliki barbagai macam dialek disetiap daerah.

Pengertian dan Maksud Basa Lulugu

Bahasa lulugu atau basa indung sendiri adalah bahasa standar serta penggunaannya lebih banyak, oleh sebab itu basa lulugu juga dipakai atau merupakan ragam bahasa yang diterima dalam situasi resmi seperti misalnya dalam keperluan menulis buku ilmiah, pidato, upacara adat, surat kabar, majalah, buku, warta dalam radio, dan yang lainnya.

Misalnya dianggap basa sunda lulugu itu yaitu basa sunda di wewengkon priangan utamanya bandung. Basa lulugu atau basa baku, basa standar, merupakan bahasa yang memiliki sifat vitalitas dan intelektualitas. Suatu bahasa disebut vitalitas apabila bahasa tersebut mampu tumbuh dan berkembang.

Apa itu Basa Wewengkon

Sedangkan basa wewengkon atau bahasa dialek adalah bahasa yang digunakan oleh masyarakat di suatu daerah tersebut atau hanya didaerah masing-masing. Oleh karena itu, basa wewengkon dari suatu daerah belum tentu sama dengan daerah sunda lainnya.

Umumnya basa sunda memiliki 4 ragam dialek yaitu dialek bandung (sunda priangan) Bogor, Banten dan Cirebon. Awal mula adanya dialek tersebut bukan dari bawaan budaya asalnya, akan tetapi dari sejarah budaya satu dengan budaya lainnya.

Kandaga Kecap, Contoh Basa Lulugu dan Basa Wewengkon (Dialek)

Kandaga Kecap, Contoh Basa Lulugu dan Basa Wewengkon (Dialek)

Basa Lulugu atawa basa Indung

Basa Wewengkon (Dialek)

Baca juga: Kandaga Kecap, Pembendaharaan Bahasa Sunda A Sampai Z

Dari penjelasan diatas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa basa lulugu itu merupakan bahasa standar yang digunakan oleh masyarakat sunda, basa lulugu juga adalah bahasa yang dijadikan dan ditetapkan menjadi bahasa standar oleh masyarakat luas, baik dari bentuk ejahan, tata bahasa, maupun pembendaharaan kata-katanya.

Dialek Sunda Macam Macam Logat Sunda

Ada berapa hal yang harus kita tahu tentang bahasa sunda yaitu adanya beberapa logat atau dialek dalam berbicara, contohnya seperti dialek sunda banten dan sebagainya. Para pakar ahli bahasa sunda membedakan dialek bahasa sunda terebut menjadi 6 jenis yang berbeda dan dialek-dialek tersebut adalah:

1. Dialek Barat (Bahasa Banten)
2. Dialek Utara
3. Dialek Selatan (Priangan)
4. Dialek Tengah Timur
5. Dialek Timur Laut (Bahasa Sunda Cirebon)
6. Dialek Tenggara

Dialek Sunda Barat dipertuturkan di daerah Banten dan Lampung, untuk Dialek Utara mencakup daerah Sunda utara termasuk kota Bogor dan beberapa daerah Pantura lainnya. Kemudian ada dialek Selatan yakni dialek Priangan yang mencakup kota Bandung dan sekitarnya.

Untuk dialek bagian Tengah Timur adalah dialek sunda yang digunakan di Kabupaten Majalengka dan Indramayu. Dialek Timur Laut merupakan dialek di sekitar Cirebon dan Kuningan, dan juga di beberapa kecamatan di Kabupaten Brebes dan Tegal, Jawa Tengah. Dan yang terakhirny ada dialek Tenggara, yakni dialek disekitaran daerah Ciamis, dan juga di beberapa kecamatan di Kabupaten Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah.

TUJUAN DIAJAR BASA WEWENGKON

A. Tujuan

Saréngséna ngulik kagiatan Diajar VIII, Sadérék dipiharep mibanda kamampuh pikeun ngajéntrékeun:

[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”left”]1. maksud basa wewengkon;
2. ciri-ciri basa Sunda wewengkon;
3. babandingan antara basa Sunda wewengkon jeung basa Sunda lulugu;
4. kandaga kecap basa Sunda wewengkon.
B. Indikator Kahontalna Kompeténsi[/asap_note]

Indikator KahontalnaKompeténsi Kagiatan Diajar

[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”left”]1. bisa ngajéntrékeun maksud basa wewengkon;
2. bisa ngajéntrékeun ciri-ciri basa Sunda wewengkon;
3. bisa méré ngabandingkeun anatara basa Sunda wewengkon jeung basa Sunda lulugu
4. bisa méré conto kandaga kecap basa Sunda wewengkon.[/asap_note]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *