Cara Membuat Teks Deskripsi Dengan Bahasa Sunda

Diposting pada

Contoh karangan deskripsi bahasa sunda – Keterampilan membuat karangan deskripsi memang menjadi suatu keterampilan yang lumayan sulit untuk dikuasai terutama bagi pemula, karena ada beberapa unsur yang harus kita kuasai, termasuk penulisan deskripsi dengan menggunakan bahasa sunda.

Deskripsi adalah salah satu wacana untuk menggambarkan sesuatu seperti objek berdasarkan kesan, opini, pengamatan, pengalaman, dan perasaan dari si penulis untuk menciptakan imajinasi (daya khayal), agar si pembaca seolah-olah mereka melihat, mengalami, dan merasakan sendiri apa yang ditulis oleh si penulisnya.

Dengan kata lain, deskripsi itu merupakan karangan yang menggambarkan suatu keadaan, kejadian, atau peristiwa sejelas mungkin, agar pembaca merasakan seperti melihat sendiri sesuatu yang digambarkan melalui karya tulis tersebut.

Baca juga: 7+ Karangan Eksposisi Bahasa Sunda Tentang Lingkungan, Alam, Makanan Dll

Kesimpulanya, bahwa karangan deskripsi merupakan sebuah karangan berupa tulisan yang menggambarkan, melukiskan, tentang suatu objek, sehingga objek tersebut seolah-olah hidup dan kita sebagai pembaca seakan-akan ikut merasakannya. Sebelum kita membuat karangan deskripsi singkat dengan menggunakan bahasa sunda, alangkah baiknya kita terlebih dahulu mengetahui jenis karangan deskripsi tersebut, berikut materi dan pengertian dari karangan ini yang akan diulas secara lengkap dibawah ini.

PENGERTIAN KARANGAN DESKRIPSI

Paragraf deskripsi bisa kita artikan sebagai paragraf melukis atau (lukisan). karangan deskripsi dibuat untuk melukiskan hal-hal apa yang terlihat didepan mata, seperti hal-hal kecil yang tertangkap oleh panca indera. Deskripsi dibuat untuk melukiskan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan kesan-kesan dari pengamatan, pengalaman, dan perasaan penulisnya.

Sasarannya adalah menciptakan atau memungkinkan terciptanya imajinasi (daya khayal) pembaca sehingga dia seolah-olah melihat, mengalami, dan merasakan sendiri apa yang dialami penulisnya. Dengan kata lain, deskripsi yaitu karangan yang menggambarkan suatu keadaan, kejadian, atau peristiwa sejelas mungkin sehingga pembaca mendapat kesan seperti melihat sendiri sesuatu yang digambarkan itu.

Contoh Deskripsi Pamandangan

“Pamandangan Alam”
Hamparan sawah ngabentang luas. Paré-paré geus mulai kararonéng, ngaliuh a’ayunan, pating siliwir katiup angin, naek turun kos ombak di basisir. Bararudak lulumpatan nundung manuk-manuk piit anu keur pesta ngadaraharan beuneur. Bukit anu ngajulang luhur siga raksasa keur saré, ngabates dikajauhan, disimbutan ku mega sabodas kapas, nyieun nambah asri pamandaangan.

Hal yang menonjol pada karangan deskripsi adalah aspek pelukis objek yang sebenarnya tentang ciri, sifat, atau hakikat sehingga pembaca dapat mengenal objek yang dimaksud oleh penulis. Dalam hal ini terdapat dua sikap yang dapat mempengaruhi pikiran penulis, yaitu sikap objektif dan sikap subjektif.

Jika penulis melukiskan suatu benda sesuai dengan keadaan yang dilihatnya, dinamakan deskripsi realistis, sedangkan jika penulis melukiskan suatu benda dengan memasukkan unsur subjektif, penulis turut menginterpretasi pandangan dirinya terhadap benda yang dilukiskannya, karangan yang ia buat adalah jenis deskripsi impresionistis.

TUJUAN KARANGAN DESKRIPSI

Tujuan dalam Karangan deskripsi adalah untuk menyodorkan lukisan atau gambaran mengenai suatu hal atau pokok persoalan, menurut apa adanya.

Karangan deskripsi adalah semacam bentuk wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa, sehingga objek itu seolah-olah berada di depan mata kepala pembaca, seakan-akan para pembaca melihat sendiri objek itu. Deskripsi memberi suatu citra mental mengenai sesuatu hal yang dialami, misalnya pemandangan, orang, atau sensasi.

CIRI-CIRI KARANGAN DESKRIPSI

  • Bersifat informatif, artinya memberikan semua informasi tentang objek secara tepat.
  • Pengarang berupaya agar pembaca dapat mengetahui secara menyeluruh tentang gambaran suatu objek.
  • Pembaca diajak menikmati apa yang dinikmati penulis.
  • Pembaca seolah-olah merasakan langsung apa yang dirasakan oleh pengarang di dalam tulisannya.
  • Susunan peristiwa tidak menjadi pertimbangan utama, yang utama adalah gambaran tentang objek tersampaikan.
  • Tulisan didasarkan atas hasil pengamatan.
  • Pengarang dalam menulis karangan deskriptif tidak asal memasukkan suatu gambaran tentang adanya observasi.

PENDEKATAN YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM KARANGAN DESKRIPSI

PENDEKATAN YANG DAPAT DIGUNAKAN DALAM KARANGAN DESKRIPSI

Ada dua pendekatan yang dapat digunakan dalam menggambarkan perasaan ke dalam bentuk karangan deskripsi yaitu :

Pendekatan realistis atau ekspositoris

Di dalam pendekatan ini, penulis berupaya agar pendekatan terhadap objek yang diamati dapat dilukiskan secara objektif sesuai keadaan apa adanya. Hasil deskripsi tersebut diibaratkan sebagai objek pemotretan. Contoh : Seorang mahasiswa ingin mendeskripsikan lapangan parkir di kampusnya.

“Deskripsi lapangan”
Di Kampus IPB aya sahiji lapangan parkir anu lega, lapangan ieu bisa nyimpeun motor anu dibawa ku mahasiswa, dosen, jeung para tamu. Lapangan parkir ieu kabagi jadi dua bagian, bagian palebah katuhu dihususkeun keur parkir mobil, sedengkeun nu bagian kenca, di hususkeun keur parkir motor mahasiswa.

Pendekatan impressionistis

Di dalam pendekatan ini, penulis menggambarkan sesuatu yang diamatinya secara subjektif, artinya dalam penggambaran suatu objek yang diamati penulis mengemukakan objek dengan memasukkan kesan-kesan atau persepsi darinya. Penulis ingin agar pembaca memperoleh kesan atau emosional dari apa yang ditulisnya. Contoh : Seorang siswa ingin mendeskripsikan kolam yang ada di sekolahnya.

“Deskripsi Kolem di Sakola”
Di bagian tengah sisi sakola kuring, aya sahiji kolem anu kacida legana. Caina warnana biru, nyieun mata tiis mun ditempo tengah poe. Disakitarana aya tatangkalan endah nu bisa nenangkeun pikiran keur saha wae nu nempona. Kolem ieu jadi jantung hate di sakolaan kuring.

Perbedaan antara kedua pendekatan ini adalah di dalam pendekatan realistis menggambarkan objek seperti hasil pemotretan, sedangkan di dalam pendekatan impressionistis, penulis menggambarkan objek terhadap kesan penulis.

Baca juga: Contoh Karangan Deskripsi Tentang Sekolah Bahasa Sunda

PENGEMBANGAN DALAM KARANGAN DESKRIPSI

PENGEMBANGAN DALAM KARANGAN DESKRIPSI SUNDA
Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam teknik pengembangan sebuah karangan deksripsi. Di antaranya adalah teknik deskripsi tempat, dan orang. Teknik pengembangan karangan deskripsi itu diuraikan berikut ini :

Deskripsi Tentang Tempat

Tempat merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari sebuah peristiwa.  Semua peristiwa terjadi pada suatu tempat. Sebuah peristiwa akan lebih enak untuk diikuti jika dihubungkan dengan tempat terjadinya peristiwa tersebut.

Misalnya : Kisah ekspedisi di dalam hutan akan lebih seru jika kita menggambarkan pula tentang keadaan hutan tersebut, tentang rimbun dan sejuknya udara yang ada di sana. Namun, pengarang tidak boleh asal memasukkan detail tempat yang akan dideskripsikan, pengarang harus dapat menemukan hubungan atau peranan tempat dalam peristiwa tersebut.

Ada beberapa cara yang dapat kita gunakan untuk mendeskripsikan suatu tempat. Jadi, kita bergerak secara teratur menelusuri tempat itu dan mendeskripsikan apa saja yang kita lihat. Kita dapat memulai dengan menyebutkan kesan umum yang diikuti oleh perincian yang paling menarik perhatian kita. Baru menyusul perincian lain yang kurang penting yang terdapat di sekitarnya.

Kedua cara di atas harus disampaikan secara logis sehingga pembaca mudah mengikutinya. Dan berikut adalah beberapa aspek dalam memilih cara untuk mendeskripsikan tempat.

Suasana hati

Pengarang harus dapat menetapkan suasana hati yang akan ditonjolkan untuk dijadikan landasan. Suasana hati itu dipertajam dengan pengalaman-pengalaman sehingga mempengaruhi pendeskripsian terhadap suatu objek. Disini akan terlihat apakah pengarang menggunakan pendekatan realistis (objektif) atau impresionistis (subjektif).

Bagian yang relevan

Pengarang deskripsi juga harus mampu memilih detail-detail yang relevan (terkait, bersangkut paut) untuk dapat menggambarkan suasana hati.

Urutan penyajian

Pengarang deskripsi harus mampu menentukan urutan yang paling baik dalam menampilkan detail-detail yang dipilih.

Deskripsi Tentang Orang

Dalam mendeskripsikan keadaan seseorang pengarang harus mengetahui secara mendetail keadaan diri seseorang yang akan digambarkan itu, misalnya bentuk tubuh, tingkah laku, dan penampilannya. Berikut ini dikemukakan cara menggambarkan atau mendeskripsikan seseorang dalam karangan deskripsi.

Penggambaran bentuk fisik

Bentuk fisik seseorang dideskripsikan sejelas-jelasnya sehingga tampak lebih objektif. Bentuk tubuhnya yang tinggi, kekar, matanya yang menatap tajam, atau bentuk tubuh yang kurus, bermata sayu, wajah pucat dapat dideskripsikan dalam karangan deskripsi.

Penggambaran tingkah laku atau perbuatan

Tingkah laku seseorang dideskripsikan mendekati keadaan yang sebenarnya seperti perbuatan (apa yang dilakukan), atau gerak-gerik yang dilakukan seseorang dari satu tempat tertentu ke tempat lainnya dan dari suatu waktu tertentu kewaktu lainnya.

Penggambaran keadaan yang ada disekitar seseorang

Keadaan disekitar seseorang dapat pula dideskripsikan misalnya tempat kediamannya, kendaraan yang digunakan, pakaian, dan perhiasan yang digunakan.

Penggambaran perasaan

Perasaan seseorang digambarkan, misalnya dengan memperhatikan gejala fisik seseorang seperti pandangan matanya, gerak-gerik, pancaran wajah, atau tatapan matanya.

Penggambaran watak

Watak seseorang juga agak sukar digambarkan akan tetapi dapat saja dilakukan misalnya dengan melihat gejala fisik seseorang itu. Perasaan merupakan gejala kejiwaan yang berlangsung sesaat, sedangkan watak merupakan fenomena psikologis yang berlangsung permanen.

LANGKAH-LANGKAH MENULIS DESKRIPSI DALAM BAHASA SUNDA

LANGKAH-LANGKAH MENULIS DESKRIPSI DALAM BAHASA SUNDA

Langkah dalam menulis palagraf  deskripsi bahasa sunda pada dasarnya sama saja dalam penulisan karangan teks deskripsi bahasa indonesia kita perlu memperhatikan langkah-langkah seperti:

1. Menetapkan Tema

Tema tulisan merupakan ide gagasan yang akan kita lukiskan kedalam tulisan. Karena tulisan yang akan kita buat berbentuk deskripsi, maka tema tulisan tentu harus berupa objek yang akan kita tulis.

Misalnya, ketika kita akan menulis deskripsi sugestif tentang kegiatan yang ada di sekolah. Karena tema ini terlalu luas, maka perlu dipersempit lagi. Dari sini dapat ditetapkan beberapa tema kecil, seperti upacara bendera, pergelaran seni, atau pertandingan olahraga.

2. Menetapkan Tujuan Tulisan

Tujuan menulis deskripsi adalah memberikan gambaran dan rincian suatu objek kepada pembaca. Jika yang kita tulis berbentuk deskripsi sugestif maka tujuan menulis ialah berusaha menciptakan penghayatan melalui imajinasi pembaca terhadap objek tertentu.

Namun, jika yang kita tulis itu berbentuk deskripsi teknis maka usahakan menanamkan pengertian kepada pembaca terhadap objek tertentu dengan cara memberikan indentifikasi dan informasi mengenai objek tersebut.

Contohnya kita hendak menulis deskripsi sugestif tentang jalannya upacara penaikan bendera di sekolah. Jadi, tujuan kita menulis ialah memberikan gambaran kepada pembaca tentang jalannya upacara penaikan bendera di sekolah agar pembaca dapat menghayatinya.

3. Mengumpulkan Bahan Tulisan

Bahan tulisan bisa kita dapatkan dari berbagai cara, seperti dengan mengadakan pengamatan dan peninjauan langsung terhadap suatu objek yang akan ditulis. Selain itu bisa dari membaca buku, Koran, majalah, wawancara langsung, dan lain sebagainya.

Contohnya, seperti misalnya kita akan menulis deskripsi sugestif tentang upacara penaikan bendera di sekolah, bahan tulisan yang dapat diperoleh dan dikumpulkan adalah waktu upacara, petugas pelaksana upacara, tempat upacara, peserta upacara, pembina upacara, pesan pembina upacara, dan suasana upacara

4. Menyiapkan Kerangka Tulisan

Setelah tahapan-tahapan diatas terpenuhi, kini saatnya kita membuat urutan-urutan gagasan tersebut pada sebuah karangan untuk menjadikannya sebuah karangan deskripsi, dan kemudian baru tinggal di kembangkan tulisan tersebut.

Baca juga: Contoh Jenis Karangan Deskripsi, Narasi, Argumentasi, Eksposisi, dan Persuasi

 

Nah, Demikianlah beberapa cara dalam membuat karangan deskripsi dengan menggunakan bahasa sunda, semoga bermanfaat dan mudah untuk dipahami. Good Luck!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *