50+ Contoh Sajak Bahasa Sunda Singkat Pilihan Lengkap!

Sajak Sunda adalah salah satu bentuk karya sastra karangan dalam bentuk puisi atau dalam bahasa sundanya di sebut dengan ugeran yang di ungkapkan lewat imajinasi dari pengalaman batin si pengarang sajaknya. Sajak dalam bahasa sunda tidak terikat oleh aturan atau patokan-patokan tertentu.

Mengapa sajak disebut karangan ugeran atau bentuk puisi? Sebab dalam sajak ada hal-hal yang harus diperhatikan, diantaranya yaitu diksi atau pemilihan kata dan wirahma. Wirahma yaitu kombinasi antara turun naiknya suara saat membacakan sajak, panjang pendeknya suara agar selaras untuk mencapai keindahan dalam sajak.

Wirahma nya éta kombinasi turun-naékna, panjang-pondokna, jeung tarik halonna sora dina maca sajak.

Sajak Bebas

Sajak atau bentuk puisi dalam bahasa sunda ini juga sering di sebut dengan sajak bebas. Disebut bebas karena sajak tidak terikat oleh aturan seperti pada jumlah baitnya, jumlah suku katanya, dan persamaan suara pada ujung di setiap barisnya.

Bebas disini tentu saja relatif juga pengertiannya. Misalnya, apabila sajak dibandingkan dengan guguritan yang ditulis dalam bentuk pupuh, jelas sajak itu lebih bebas, atau umpamanya dibandingkan dengan sisindiran, sajak tidak terikat oleh sampiran dan isi, atau jika dibandingkan dengan mantra, sajak tidak begitu terikat oleh aturan kata yang mengandung kekuatan gaib, atau diucapkan untuk tujuan-tujuan khusus yang berhubungan dengan kepercayaan.

Sajak heunteu kauger ku jumlah padalisan dina sapadana, jumlah éngang dina unggal padana, atawa sora tungtung dina unggal padalisan.

Jadi, sajak hanya terikat oleh diksi dan wirahma saja, oleh sebab itulah tidak disebut sebagai wangun lancaran atau bentuk prosa. Wirahma menjadi ciri utama dalam sajak terasa sangat menonjol, bisa jadi karena ini adalah bentuk kata puisi-puisi, atau bisa jadi seperti yang ada pada pupuh tidak dipakai.

Sejarah Sajak

Awalnya keberadaanya sajak itu tidak populer bahkan tidak diterima oleh masyarakat sunda di jawa barat, berbeda dengan cerita pondok atau carpon yang langsung di terima. Alasannya, adalah karena sajak bukan bentuk karya sastra asli dari orang sunda.

Alasan yang tidak diterima oleh akal, sebab dalam kenyataannya guguritan yang dulunya dianggap sastra asli orang sunda juga merupakan pengaruh dari sastra jawa. Seiring berjalannya waktu, kepopuleran sajak di tengah masyarakat sunda semakin berkembang, bahkan menyaingi guguritan, ini terjadi setelah bangsa indonesia merdeka, terutama setelah sajak sunda yang pertama kali di tulis oleh Kis Ws pada tahun 1946 dalam sebuah majalah saat itu.

Baca juga: Ini Adalah Sejarah Sajak Sunda Yang Pertama Kali di Tulis Tahun 1946

Saat dimuat dalam majalah dan surat kabar, dari sanalah juga sajak dalam bahasa sunda ini mulai di buku-kan. Memang, umumnya buku kumpulan puisi sunda ini merupakan kumpulan sajak yang sebelumnya sudah dimuat dalam beberapa surat kabar atau majalah sunda sebelumnya.

Buku Sajak Wedalan Geger Sunten

Pada tahun 1992, pernah terbit buku antologi dengan judul “Saratus Sajak Sunda” yang diterbitkan oleh CV. Geger Sunten dan di editori oleh Abdullah Mustapa, isinya memuat 100 judul sajak Sunda. Sajak-sajak ini ditulis oleh para pengarang sunda pada masa sesudah kemerdekaan, hingga sampai pengarang terbaru di tahun 1990-an.

Dilihat dari judulnya, buku ini sekaligus merupakan sebagai bentuk untuk memperingati sajak sunda yang sudah menginjak umur 46 taun. Bentuk sajak dalam sastra sunda ini awal mula hadir sekitaran tahun 1946-an, dan hingga sampai sekarang ini, sajak dapat disebut sebagai salah bentuk puisi paling populer dalam pertemuan sastra pada budaya sunda.

Cara Membuat atau Menulis Sajak

Meskipun dalam sajak itu tidak terikat oleh aturan, akan tetapi dalam membuat sajak terdapat unsur-unsur yang perlu kita perhatikan yaitu: Tema, suasana, imaji, simbol, serta pemilihan kata yang sesuai atau indah seperti yang mengandung wirahma, murwakanti, dan gaya bahasa.

Dibawah ini akan dijelaskan langkah-langkah apa saja perlu kita perhatikan ketika akan membuat maupun menulis sebuah sajak dalam bahasa sunda berdasarkan dalam unsur-unsur yang ada dalam suatu sajak :


Pilih dulu temanya apa?

1. Tentukan, tema apa yang akan kamu pilih dalam sajak yang akan kamu buat? Tema sajak banyak sekali yang bisa di pilih. Contohnya misalnya: sajak tentang alam, sajak tentang lingkungan sekolah, tentang cita-cita atau impian, tentang cinta, tentang pahlawan, tentang ibu, tentang guru, pangajaran,  dan lain sebagainya.

Tentukan Suasananya apa?

2. Sesudah menemukan dan memilih tema yang akan di tulis, kemudian tentukan suasana yang akan di tunjukan dalam sajak yang akan kamu buat tersebut. Misalnya, apa mau suasananya sedih atau mau menggunakan suasana gembira. Silahkan ditentukan.

Gunakan imajinasimu!

3. Gunakanlah imajinasi kamu dalam menulis sajak, apakah itu mau menggunakan imajinasi penglihatan, pendengaran, ataupun dengan perasaan, kemudian tuangkan ke dalam tulisan. Namun perlu memperhatikan point nomer 5 saat menuliskannya.

Gunakan simbol

4. Gunakanlah lambang atau simbol, misalnya saat akan menunjukan suasana atau keadaan satu orang.

Gunakan kata yang indah?

5. Yang terakhir, gunakanlah dan pilih kata-kata yang sesuai, enak atau indah, seperti kata-kata yang mengandung wirahma, murwakanti dan gaya bahasa.

Baca juga: Materi Tentang Ciri-Ciri Serta Jenis Sajak

Cara Membawakan Sajak

Cara Membawakan Sajak

Setelah kita mengetahui tentang cara menulis atau membuat sajak dalam bahasa sunda, dalam membawakan atau membaca sajak juga ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan loh! Diantaranya yaitu seperti: Lafal, intonasi (lentong) serta cara menjiwai isi sajak.

Berikut adalah tehnik yang perlu kita perhatikan saat membaca sajak, diantaranya adalah :

Perhatikan dan hayati?

1. Perhatikan dulu isi sajaknya, selanjutnya dihayati atau dipahami, baik itu maksud atau suasana dalam sajak yang akan di bawakan tersebut.

Artikulasi harus benar?

2. Artikulasi dalam membaca sajak juga harus benar, karena memiliki peran penting agar pendengar atau audiens dapat memahami dengan jelas apa yang diucapkan oleh si pembaca sajak tersebut.

Artikulasi ini meliputi intonasi atau bahasa sundanya “lentong” yakni maksudnya kita harus dapat memperhatikan tinggi rendahnya suara dalam pengucapan, pelafalan dan kefasihan dalam pengucapan, suara kita harus jelas saat pengucapan huruf-huruf vokal. Sehingga sajak akan terdengar oleh audiens.

Rima

3. Merupakan suatu cara dimana kita harus dapat mengatur tinggi atau rendahnya suara serta memberikan tekanan pada kata kata yang dianggap cocok. Seperti yang telah dijelaskan diatas, membaca puisi berbeda dengan membaca teks biasa karena puisi terikat rima dan irama sehingga dalam membaca puisi tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.

Jeda dulu, Atur nafasmu?

4. Jeda atau randegan dalam bahasa sunda artinya berhenti sejenak, jadi jangan terlu cepat dan jangan terlalu lambat. Ini bertujuan untuk mengatur Pernafasan. Jadi, pernafasan kita harus diatur agar tidak tergesa-gesa. Sehingga tidak akan mengganggu dalam pembacaan sajak nantinya.

Mana ekspresinya?

5. Ekspresi wajah harus sesuai dengan isi sajak, sajak sedih ya ekspresinya sedih, begitupun sebaliknya. Awas jangan sampai kebalik yaa? 🙁

Contoh Sajak Bahasa Sunda Singkat

Contoh Sajak Bahasa Sunda Singkat

Sajak Sunda

Beberapa bentuk puisi yang sering kita lihat memang umumnya menggunakan bahasa indonesia. Nah, berikut ini adalah kumpulan sajak dalam bahasa sunda yang mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk bahan referensi kamu ketika mendapat tugas menulis sajak berdasarkan dengan tema di sekolah, karna sajak dibawah ini akan menggunakan tema yang berbeda-beda.

Baiklah, langsung saja disimak contoh sajak bahasa sunda, silahkan kamu bisa berdiskusi dan memperhatikan setiap unsur yang ada dalam puisi atau sajak dibawah ini bersama teman-teman mu. Selamat membaca!

Sajak Basa Sunda

“Miara Basa”

Basa sunda basa daérah urang
Ayana dipropinsi jawa barat
Sering nu nyebut basa priangan
Aya ogé nu maké di cerebon jeung banten

Saha baé kudu miara basana
Urang kudu ngarasa reueus
Nagara jadi beunghar ku budaya basana
Dina globalisasi basa sunda mageunah idéntitas bangsa
Alhamdulillah, mugia tetep manggung dipropinsina

Sajak Ngudag Cita-cita Karya Kustian

“Ngudag Cita-cita”

Neuteup pinuh sumanget
Ngajalankeun kahirupan ieu
Sanajan pinuh ku cocoba
Pikeun ngahontal hiji cita-cita

Neuteup pinuh ku harepan
Pikeun ngahontal sahiji impén
Dina ngawujudkeun hiji kahayang
Pikeun mangsa hareup anu gumilang

Ngan hiji harepan anu kuring cekel
Sarta niat kasucian dina jero heté
Lengkah pinuh ku kayakinan
Pikeun ngudag hiji cita-cita

Sanajan jauh ti tinggurilapna harta
Moal eureun kuring ngudag cita-cita

Sajak Tentang Corona Bahasa Sunda

“Korona Karya Kang Emin”

Kaum muslimin muslimat
Hayu urang ningkatkeun ta’at
Geura giru urang tobat
Tina dosa jeung maksiat
Alam dunya keur geunjleung
Ku panyakit matak keueung
Virus corona keur mangkreng

Nyebar alabatan wereng
Ulah gempar tetep tenang
Tapi ulah ngaganggap gampang
Bisa jadi virus nyerang
Upami alloh miwarang

Ku kituna pék caketan
Alloh nu maha rohman
Usaha batin sasarengan
Ku ngajaga kasehatan

Mun pareng rék udar-ider
Boga wudhu masing angger
Dicadar atawa di masker
Awak séhat, cageur, bageur

Mugi gusti ngahampura
Abdi sadar jeung rumasa
Awak bobolokot ku dosa
Nu matak datang bencana

“Corona Karya Dani R”

Virus corona asal ti china
Ayeuna aya di mana-mana
Ku ayana virus corona
Ayeuna urang teu bisa kamana-mana
Sakola, gawe, kudu di arimahna
Kudu kumaha urang ayeuna?

Hayu urang sami-sami panjatkeun du’ana
Serahkeun kanu kagunganana
Kanu ngusik malikeuna
mugia urang sadayana
di tebihkeun tina bencana virus corona

Sajak Sumedih karya Unknow

“Sumedih”

Dina lolongkrang waktu
Aya méga mendung
Dina lolongkrang haté
Aya rasa nu teu kapaliré

Sedih kadenge na haté
Jiwa nu teu kawasa
Asa napak, asa heunteu
Kabeh asa beurat

Takdir teu bisa di pungkir
Kadar teu bisa di singlar
Waktu teu bisa di dagoan
Wanci teu bisa di gantian

Sajak Hirup (Kampung tumaritis)

“Hirup”

Dihirupan lain teu ngahaja
Diciptakeun lain di aya aya
Teu hade katungkul ku sumoreang ka tukang
Teu hade katungkul ku ngagugulung udagan

Waas ku ngajul bentang
Tapi teu inget kana daratan
Reueus ku ngahontal kahayang
Tapi teu eling kana ageman

Poma eling mangka eling
Baheula kudu jadi pepeling
Ayeuna sing jadi panggeuing
Isukan tong ngagugu kapusing

Ulah ngukut nafsu kapegung
Kahayang moal manggih tungtung
Sing tarati tur gumati
Turut tinumut ukur ka Gusti

Hirup teh cita-cita
Ngudag ngudag mangsa jeung rasa
Hirup teh ibadah Rela ikhlas ngumawula

PAMAYANG (Karya : Rachmat M. Sas. Karana)

“PAMAYANG”

Bulan imut, ngangkleung di langit
Budak ulin di buruan
Angin darat muru ka laut
Pamayang nyolendang korang

Parahu leutik laju nyiriwik
Nganteur usaha di sagara
Warna perak‘na beungeut ombak

Beuteung lauk tingborelak
Nu jadi harepan pikeun kahirupan
Laut lega paparin Pangeran

LAGU HIRUP (Karya : Eddy D. Iskandar, 1992)

“LAGU HIRUP”

Unggal poe unggal lengkah
nataan tanggal dina kalender
angger aya nu diarep-arep
ari umur melesat henteu kajeueung

Dina beja dina carita
teu weleh aya nu miheulaan
warna-warni kajadian. Teu kapireng
da puguh katalimbeng rusiah

Dina sakeclak cimata. Aya kasedih
nu teu kedal. Dina kongkolak
kahirupan. Aya nu miang
teu mulang deui

PANGBALIKAN (Karya : Wahyu Wibisana, Ciawang)

“PANGBALIKAN”

Iuh, iuh gunung kuring
angin ulin dina embun-embunan
sawaktu-waktu kuring kudu nepungan
dumeh hirup halabhab cinta
di maranehna nya ayana

Aya sababna kuring tibelat
aya sababna kuring pegat
tapi nu ahir lain kaabadian
kakasih dina hate ngawih deui

Iuh, iuh gunung kuring
nyata, nyata tanda-tanda
ngabalungbung jalan hirup
nepi ka nyawa rek asup
ka maranehna kuring rek balik
ka maranehna kuring rek pamit

“SILIH TULUNGAN”

Nyiruan dina pancuran
titeuleum méh baé paéh
Titiran nenjo Nyiruan
kanyaah mapaés haté.

Geuwat metik dangdaunan
diragragkeun kana cai
ngarayap éta Nyiruan
teu tulus nemahan pati.

Titiran ku paninggaran
diintip-intip dipanah
Nyiruan mulang tarima
nyeureud bitis paninggaran.

Paninggaran ngagurubug
teu tulus manah Titiran
geus lésot kabéh bangbaluh
lantaran silih tulungan.

“Kakang”

Gurat angin jadi haleuang
Asih urang dina dalingding

Halimun jadi panuyun
Kana hemana salira

Katampi deudeuh nu geugeut
Dimumulé dina haté

Cahaya natrat sumirat
Nyaangan bagja dua’an
Mugia ulah lekasan…

Sajak Sariak Layung

“SARIAK LAYUNG”

Hiliwir Angin Ngadalingding
Rep Kareueus Neja Mikarasa

Sumerah Diri Sumangga Raga
Gulita nu Nangtayungan

Lungkawing Asih Nyumaramahan
Katresna Minuhan Jiwa

Mikawanoh Ati Munel Na diri
Jirim Sumanding Dalingding tingtrim

Natrat Kembang Kahèman
Notok Kana unggal implengan.

Sajak Keur Bapa (WARISAN BAPA) Karya: Ato Suharto

“Keur Bapa”

Bapa..

Bobolokot ku kesang
Sirah dijeun suku
Teu gedag ku rasa hoream
Ikhlas lain reka nu dipulas
Anjeun nyorang harungan
Pikeun kuring sangkan hirup sugema

Bapa..
Anjeun eunteung kahirupan
Ciri sajati lalaki
Anu satia tur tanggung jawab
Kana kodrat pamingpin kulawarga

Bapa..
Kaluhungan anjeun
Dina majuangkeun kulawarga
Warisan nu pohara mahal hargana
Harta eta bakal dimumule
Pikeun wariskeuneun anak incu engke

Sajak Bahasa Sunda dan Artinya

Sajak sunda dan artinya

Dalam contoh sajak ini menggunakan beberapa rupa gaya bahasa sunda yang lebih dalam, misalnya seperti pemilihan gaya basa landen atau lalanden saat si penulis menjelaskan tentang suatu hal dengan menggunakan perbandingan, berikut contoh sajak beserta dengan artinya. Namun pengarangnya tidak dituliskan.

Sajak Kamanusiaan

“Kamanusiaan”

Kamanusiaan pribadi
Turunan kamanusaan
Moal geser jeung nu sejen
Gumelar ti babaheula
Manca warna geus lila
Tumpur taun ganti taun
Pereum bulan ganti bulan

Ganti bulan ganti landi
Bulan tanggal ganti ngaran
Lalanden ganti lalanden
Eusina mah sabaheula
Nya manusa nya manusa
Alam tujuhna sapancuh
Alam salapan sajangkar

Artinya:

Kemanusiaan pribadi
Turunan kemanusiaan
Tak akan berubah dengan yang lain
Muncul sejak dari dahulu
Beraneka ragam warna sudah lama
Habis tahun ganti tahun
Habis bulan ganti bulan

Ganti bulan ganti nama
Bulan tanggal ganti nama
Nama ganti nama
Isinya masih yang dulu juga
Kalau manusia ya manusia
Alam tujuhnya seikat
Alam sembilan sejangkar

Selain beberapa sajak diatas, tentunya masih banyak contoh karya sastra dalam bentuk ugeran yang lainnya dari beberapa pengarang yang sudah dituliskan. Untuk itu, silahkan klik next atau untuk melihat contoh sajak lain selanjutnya dibawah ini.

<< PREV 1 of 4 NEXT >>

Kesimpulan:

Pengertian sajak sendiri adalah salah satu jenis puisi yang tidak begitu terikat dengan aturan bentuknya. Artinya, sajak ini berupa puisi yang tidak terikat pada setiap kata-katanya, jadi kita bisa menuliskannya secara bebas. Oleh karena itulah, kita sering mendengar dengan istilah sajak bebas.

Secara garis besar sajak atau puisi sama-sama merupakan penyampaikan pesan atau gambaran suasana hati seseorang, baik itu berupa fisik maupun batiniah dengan lewat kata-kata sebagai media penyampainnya. Sajak bahasa sunda diatas sengaja saya kumpulkan, dari berbagai media dengan harapan dapat bermanfaat buat kamu, khususnya yang sedang mendapat tugas untuk membuat sajak sunda disekolah.

Setelah membaca materi singkat mengenai tentang sajak sunda diatas, kita diharapkan dapat memahami apa itu sebenarnya sajak? Baik itu pengertiannya, sejarahnya, cara membuat atau menulis sajak, cara membawakan sajak, serta beberapa kumpulan contoh sajak dalam bahasa sunda. Demikian, semoga dapat bermanfaat.

One thought on “50+ Contoh Sajak Bahasa Sunda Singkat Pilihan Lengkap!

  1. Pelangi putri santi

    Saya sudah menghafal dan menulis sajak dibuku tulis

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *