Bahasa Sunda Anggota Tubuh dan Kegunaannya

Bagian tubuh manusia atau kita sering menyebutnya juga sebagai anggota tubuh memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. Nah, pada kesempatan kali ini akan disebutkan beberapa contoh kegunaan dari nama-nama anggota tubuh kita atau fungsinya masing-masing ke dalam bahasa sunda.

Nama anggota tubuh secara umum akan dibagi menjadi bagian kepala, leher, tangan perut dan bagian tubuh pada kaki berdasarkan kegunaannya. Susuai judul, maka dibawah ini akan dituliskan bagian tubuh manusia secara lengkap berdasarkan kegunaannya maing-masing.

Bahasa Sunda Anggota Tubuh dan Kegunaannya

Bahasa Sunda Anggota Tubuh dan Kegunaannya

 

  • Otak
    – Bahasa loma: Utek
    – Bahasa halus: –

Uteuk nyaeta gunana paranti mikir. (Artinya otak, fungsinya untuk berpikir)

  • Mata
    – Bahasa loma: Mata
    – Bahasa halus: Soca, Panon

Mata, Soca, Atawa Panon gunana pikeun ningali atawa nempo (Artinya Mata, fungsinya adalah untuk melihat)

  • Telinga
    – Bahasa loma: Ceuli
    – Bahasa halus: Cepil

Ceuli atawa cepil kagunaannana paranti ngadengekeun, ngadangukeun sora. (Artinya telinga, fungsinya untuk mendengarkan suara)

  • Hidung
    – Bahasa loma: Irung
    – Bahasa halus: Pangambung

Irung atawa pangambung gunana paranti ngambeu jeung ambekan. (Artinya hidung, fungsinya untuk mencium bau, dan bernafas)

  • Mulut
    – Bahasa loma: Sungut
    – Bahasa halus: Baham, Lambey

Sungut, baham atawa lambey gunana kanggo nyarios (Artinya Mulut, fungsinya adalah untuk berbicara)

  • Lidah
    – Bahasa loma: Létah
    – Bahasa halus: ilat

Letah atawa Ilat gunana paranti ngarasakeun rasa jeung ngabantu paranti ngomong, nyarios. (Artinya lidah, fungsinya untuk mengetahui rasa dan membantu untuk berbicara)

  • Leher
    – Bahasa loma: Beuheung
    – Bahasa halus: Tenggek

Beuheung atawa tenggek gunana keur nyeundak sirah ngahubungkeun awak jeung tangkorak (Artinya:  Leher, fungsinya untuk menopang kepala, menghubungkan badan dan tengkorak)

  • Tangan
    – Bahasa loma: Leungeun
    – Bahasa halus: Panangan

Leungeun atawa panangan gunana paranti jang nyekel (Artinya tangan, fungsinya untuk memegang).

  • Kaki
    – Bahasa loma: Suku
    – Bahasa halus: Sampéan

Suku atawa Sampean gunana paranti nangtung, leumpang atawa lumpat. (Artinya kaki, fungsinya untuk berdiri, berjalan, atawa berlari)

  • Jari
    – Bahasa loma: Ramo
    – Bahasa halus: Réma

Ramo atawa rema gunana paranti nunjuk jeung nyekel. (Artinya jari fungsinya adalah untuk menunjuk dan memegang)

  • Jantung
    – Bahasa loma: Jajantung
    – Bahasa halus: –

Jajantung fungsina paranti ngompa getih di jero awak (Artinya Jantung, fungsinya memompa darah di dalam tubuh manusia)

  • Paru-paru
    – Bahasa loma: Paru-paru, bayah
    – Bahasa halus: –

Paru-paru atawa bayah gunana keur organ ambekan (Artinya Paru-paru fungsinya adalah sebagai organ pernafasan)

  • Ginjal
    – Bahasa loma: Ginjel
    – Bahasa halus: –

Ginjel gunana paranti nyaring kokotor di jero awak (Ginjal, fungsinya adalah sebagai penyaring limbah kotor dalam tubuh)

  • Pundak
    Bahasa loma: Taktak
    Bahasa halus: Taraju

Taktak paranti ngangkat jeug muter pangangan, leungeun ka sagala arah (Artinya pundak untuk mengangkat dan memutar lengan dalam berbagai arah)

 

Nama Anggota Tubuh dan Kegunaannya dalam Bahasa Sunda


Dalam artikel kali ini kita sudah mengetahui serta memahami dan menganalisis nama-nama pada sebagian anggota tubuh serta menyebutkan anggota tubuh ke dalam bahasa Sunda. Mempelajari nama atau bagian anggota tubuh dan kegunaannya merupakan hal yang penting dalam menguasai kosakata dalam bahasa sunda.

Di dalam bahasa Sunda memang kita mengenalkan akan undak usuk bahasa, sehingga penyebutan anggota tubuh dapat disesuaikan dengan siapa kita berbicara. Seperti misalnya jika kita berbicara dengan teman atau teman sebaya kita bisa menggunakan ragam bahasa sehari-hari ragam bahasa loma, sedang, atau bahasa akrab.

Dan jika berbicara dengan orang yang lebih tua dari kita seperti orang tua, guru dan sebagainya kita dapat menggunakan ragam bahasa halus, lemes atau saat kini kita kenal dengan bahasa hormat.

Contoh misalnya ketika kita sedang berbicara dengan teman sebaya atau teman seumuran kita dapat menggunakan ragam bahasa loma, sedang, atau bahasa akrab.

“Aduh suku urang teh nyeri, ditambah irung keur mangpet ayeuna. (Aduh kaki saya sakit, mana hidung mangpet sekarang)

Lain halnya jika kita berbicara dengan orang yang lebih tua, kita harus menggunakan bahasa hormat, meskipun artinya sama namun dalam bahasa sunda dibedakan.

“Aduh pean abdi teh nyeri, ditambih pangambung ayeuna nuju mangpet (Aduh kaki saya sakit, mana hidung mangpet sekarang).

Selengkapnya silahkan dibaca: Tatakrama Basa Sunda

Nah, mungkin itu saja nama-nama anggota tubuh dan kegunaannya dalam bahasa sunda, sebenarnya kegunaan anggota tubuh itu banyak sekali dan berhubungan atu sama lainnya, kegunaan artian diatas hanyalah sebagian saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.