Rumah Adat Julang Ngapak, Fungsi, Ciri Dan Struktur Pondasinya

Diposting pada

Rumah adat Julang ngapak sendiri merupakan salah satu dari model rumah adat di masyarakat Sunda Jawa Barat. Selain rumah adat Julang ngapak tentunya masih banyak juga model rumah adat sunda yang lainnya, seperti rumah adat capit gunting, cubleg nangkub, tagog anjing, Parahu kumereb, dan buka pongpok. Dimana dari semua rumah adat panggung sunda itu sebenarnya yang membedakan satu dengan yang lainnya ini adalah dari bentuk atap serta dari pintu rumahnya.

Rumah adat Julang Ngapak sendiri memiliki arti yakni burung yang merentangkan sayap, jadi bentuk dari bangunan adat ini melebar pada kedua sisinya, akan tetapi berbeda antara sudut yang bawah dan sudut atasnya.

Baca juga: Atap Rumah Kampung Naga, Keunikan Rumah Adat Sunda

Ketika pertama kali kita melihat bangunan dari rumah adat Julang Ngapak ini, kita seolah-olah seperti melihat burung dalam posisi yang sedang merentangkan kedua sayapnya, akan terlihat jelas sekali saat kita melihatnya pada bagian depan maupun bagian samping bangunan tersebut.

Ciri-ciri dari Rumah Adat Julang Ngapak

Rumah Adat Julang Ngapak

Ciri-ciri rumah adat sunda julang ngapak memang sangat jelas sekali terlihat pada bagian atapnya yang seolah sedang mengepakkan sayapnya. Sehingga kita dapat melihatnya dari desain atap rumah pada setiap sisinya yang terlihat melebar seperti layaknya burung yang akan terbang.

Rumah adat khas Jawa Barat yang satu ini masih banyak kita temui di daerah tasikmalaya. Secara umum Imah Sunda Julang Ngapak ini dilengkapi dengan Cagak gunting atau capit, hal ini untuk mencegah curahan air hujan yang turun sehingga air hujan tidak akan mudah rembes.

Filosofi Pembuatan Imah Adat Julang Ngapak

Secara khusus dari setiap nama-nama suhunan rumah adat Sunda sebenarnya ditunjukkan untuk menghormati alam sekitarnya.

Hampir semua setiap bangunan rumah adat Sunda sangat jarang sekali ditemui bahan-bahan besi maupun metal karena secara keseluruhan bahan dari pembuatan rumah adat ini menggunakan bahan dasar dari alam

Material yang dipakai pada rumah adat julang ngapak ini juga menggunakan material bilik yang tipis serta lantai panggung dari papan kayu atau Palupuh.

Baca juga: Rumah Adat Jolopong, Suhunan dan Fungsi Setiap Ruangan

Semua rumah adat masyarakat Sunda bukan ditunjukkan sebagai benteng perlindungan dari manusia, melainkan hanya untuk melindungi dari masalah alam seperti untuk mencegah hujan, angin, terik matahari dan serangan binatang.

Pada pembangunan setiap rumah adat Sunda tidak boleh dihadapkan ke arah lain selain arah barat dan timur, hal ini sudah merupakan menjadi kepercayaan orang Sunda itu sendiri.

Rumah adat Sunda dikenal rapi berjajar, maka setiap bangunan rumah adat tersebut harus tersusun dengan rapi antara rumah satu dengan rumah yang lainnya di setiap kampung.

Rumah adat Sunda memiliki kekuatan tersendiri dari setiap bagiannya, yang dapat menahan dari masalah geografis seperti angin kencang, hujan deras, longsor dan dapat menyelamatkan dari cuaca yang ekstrem.

Denah dan Fungsi Rumah Adat Julang Ngapak


a. Tepas bawah

[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”left”]Bagian ini digunakan untuk menyimpan beberapa peralatan seperti alat-alat bertanian bahkan ada yang memfungsikannya untuk memelihara ternak unggas.[/asap_note]

b. Tepas Atas

[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”left”]Ruangan yang berada pada bagian depan rumah adat julang ngapak ini  difungsikan sebagi ruangan untuk menerima tamu.[/asap_note]

c. Pangkeang

[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”left”]Ruangan yang dipergunakan sebagai tempat untuk tidur[/asap_note]

d. Tengah Imah

[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”left”]Bagaian ini merupakan bagian yang cukup luads ukurannya, karena pada bagian ini dipergunakan untuk tempat berkumpul semua angota keluarga, dan diwaktu tertentu ruangan ini juga sering difungsikan untuk melakukan upacara-upacara adat.[/asap_note]

e. Pawon

[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”left”]Ruangan yang terletak dibagian belakang, biasanya difungsikan sebagai dapur atau tempat memasak dan padaringan.[/asap_note]

f. Goah.

[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”left”]Ruangan Goah berada bersebelahan dengan ruang dapur atau pawon, hal ini untuk mempermudah untuk pengambilan peralatan atau bahan untuk memasak seperti beras dan sebagainya. Ruang Goah biasanya berada dibagian kiri dari rumah julang ngapak.[/asap_note]

Material Bangunan Bahan Rumah Adat Julang Ngapak

Bahan yang digunakan pada rumah adat Julang ngapak menggunakan material yang ringan yaitu terdiri dari kayu dan bambu.

Atap rumah julang ngapak

Atap dari rumah Julang Ngapak ini sendiri terbuat dari bahan rumbia, ijuk ataupun alang-alang yang diikat pada kerangka yang terbuat dari bambu.

Pondasi

Untuk bagian pondasi pada rumah adat julang ngapak ini dibuat dibagian atas permukaan tanah, didirikan umpak yaitu pondasi dari batu dengan teknik pemasangan yang telah ditentukan.

3 jenis pondasi pada rumah adat julang ngapak

Warga masyarakat Sunda sendiri mengenal tiga jenis umpak, yakni umpak bulat, umpak lisung dan umpam batok. Dan bagian pondasi umpak ini dapat dipasang dengan dua cara yaitu dapat dipasang diatas permukaan tanah dan di dalam tanah.

Lantai

Sedangkan untuk bagian lantainya masyarakat tradisional Sunda sendiri mengenal tiga jenis lantai yang digunakan yaitu papan, bilik dan palupuh.

Dinding

Untuk bagian dinding rumah adat julang ngapak ini menggunakan bahan dari bilik yang bermotif kepang, pembuatan dalam pemasangan bilik ini dibuat menempel langsung pada bagian luar tiang rumah, selain menggunakan bilik terkadang mereka juga menggunakan papan.

Langit dan atap

Untuk struktur atas atau langit-langit pada bagian rumah adat Julang Ngapak ini disusun berdasarkan dari dua komponen yakni kuda-kuda dan langit-langit.

Baca juga: Keunikan, Gambar, dan Sketsa Rumah-Rumah Adat Sunda di Jawa Barat 

Nah, mungkin itu saja sedikit pembahasan mengenai materi tentang rumah adat julang ngapak yang ada di masyarakat Sunda ini, yang meliputi ciri-ciri, denah, fungsi ruangan, material dan struktur seperti pondasi, lantai, dinding, langit dan atap yang terdapat pada rumah adat satu ini.

Semoga dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita mengenai rumah-rumah adat yang ada di Jawa Barat ini, semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *