Paririmbon Sunda Wedal, Primbon Sunda Menurut Perhitungan Hari Lahir

Diposting pada

Paririmbon sunda wedal atau primbon Sunda menurut perhitungan hari lahir  memiliki makna khusus terutama kepada sifat-sifat pada orang tersebut. Selain primbon tentang hari kelahiran ada juga parimbon sunda tentang penentuan kapan hari terbaik untuk menikah dan parimbon tentang jodoh.

Istilah wedal sendiri berarti kelahiran, sedangkan paririmbon atau primbon bisa diartikan sebagai kumpulan berupa informasi tulisan atau catatan yang dituliskan berdasarkan tafsir dari para leluhur atau karuhun Sunda yang diturunkan secara turun-temurun kepada keturunannya.

Paririmbon Sunda Wedal Menurut Perhitungan Hari Lahir

Paririmbon Sunda Wedal (Primbon Sunda Menurut Perhitungan Hari Lahir)

Informasi, catatan mengenai hitungan-hitungan hari lahir ini seperti misalnya sifat, watak, dan karakter kamu dapat dilihat sesuai simbol-simbol hari lahir tersebut seperti yang ada di primbon Sunda bisa diartikan menurut nama-nama harinya, seperti berikut dibawah ini.

[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”center”]Wedal poé SENEN (Lahir hari senin)
Hartina Kembang[/asap_note]

Menurut orang sunda lambang “Kembang” (bunga) dapat melambangkan bahwa orang tersebut selalu menjadi pusat perhatian dan orang disekitarnya akan segera menyukainya. Cocok berkarir di dunia seni hiburan, host adalah profesi yang baik kelahiran hari senin.

“Jalma anu lahirna poé senen ngabogaan sipat mentingkeun tetembongan diri, sok rapih, loba dipikaresep ku batur, béréan. Tapi, sok asa pang aingna, keukeuh, jeung peuteukeuh.”

Primbon sunda pada hari kelahiran yang wedal di hari senin ini juga menyebutkan bahwa pada biasanya orang tersebut selalu mengutamakan penampilannya atau ingin terlihat rapi, dan disukai banyak orang, suka memberi, namun cenderung egois, kokoh pendirian dan sedikit keras kepala.

Pembawaan bunga terhadap wedal di hari kelahiran hari senin ini konon memiliki sifat yang narsis dan posesif selalu ceria atau periang selalu membuat kesan humoris pada orang-orang di sekitarnya mempunyai daya pikat yang luar biasa, karena memiliki aura kuat seperti lambangnya.

[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”center”]Wedal poé SALASA (Lahir hari selasa)
“Hartina Seuneu”[/asap_note]

Menurut paririmbon sunda, lambang api yang disimbolkan terhadap seseorang yang lahir atau wedal dihari selasa ini konon memiliki sifat yang kuat dan kharismatik, disegani karena berjiwa pemimpin serta mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, bukan saja dalam hal penampilannya akan tetapi juga pada kemampuannya

Jika dia laki-laki maka banyak yang bertubuh tegap, jika dia perempuan banyak yang terlihat angun dan elegan. Sangat cocok berkarier di bidang politik atau sebagai orator karena sikap bawaannya dan kata-katanya dapat dipercaya, bisa juga berkarier di bidang perdagangan atau benjadi pebisnis yang handal.

“Jalma anu lahirna poé salasa ngabogaan sipat hadé jiwa sosialna, resep nulungan teu ningali sahana. Satia jeung hese beger deui. Tong wawanianan nipu jeung ngahianatan manehna sabab gede tur goreng ambek jeung resep ngagede-gedekeun masalah.”

Artinya orang yang lahir dihari selasa konon memiliki jiwa sosial yang tinggi, selain itu dia suka menolong tanpa pamrih terhadap siapa saja. Dalam hal asmara menurut primbon sunda orang yang lahir hari selasa ini juga sangat setia dan tidak genit. Namun, jangan sekali-kali membohongi dan menghianatinya, karena ia mudah marah, dan suka membesar-besarkan masalah.
[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”center”]Wedal poé REBO (Lahir hari Rabu)
“Hartina Daun”[/asap_note]
Simbol daun yang digambarkan oleh paririmbon sunda terhadap seseorang yang wedal di hari rabu ini memiliki daya empati yang tinggi dan mudah jatuh cinta, kurang tegas, selalu merasa kasihan kepada orang lain meskipun kadang rasa kasihnya itu merugikan pada dirinya sendiri. Konon, karier yang terbaik adalah menjadi guru atau dokter karena profesi ini sangat cocok untuk menunjang kariernya yang membutuhkan rasa kemanusian dan belas kasih yang tinggi.

“Jalma anu lahirna poe rebo ngabogaan sipat Cicingeun, kalem, ngawibawa, oge hade jeung laku. Lamun geus kenal deukeut, kanyaohan dirina teh sok ngabungahkeun. Mikanyaah ka kulawarga. Tapi, babari kabawa arus, gampang percaya kana omongan nu can tangtu bener. Paling anti dititah.”

Artinya: Seseorang yang lahir dihari rabu cenderung orangnya pendiam, kalem, berwibawa dan baik dalam bertutur kata serta berperilaku. Apabila sudah kenal dekat, ia adalah orang yang menyenangkan dalam bergaul,dan sangat menyangi dengan keluarganya. Namun orang ini mudah terbawa arus, serta mudah percaya pada omongan yang belum tentu kebenarannya, dan agak susah untuk disuruh atau diperintah.
[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”center”]Wedal poé KAMIS (Lahir hari kamis)
“Hartina Angin”[/asap_note]




Lambang angin yang menggambarkan seseorang yang wedal di hari kamis ini bisa berarti bahwa orang tersebut tidak pernah tinggal diam dalam hidupnya, namun rasa malas adalah musuh terbesarnya. Orang ini senang bekerja keras untuk mengembangkan kreativitasnya, selain itu sangat bertangung jawab terhadap pekerjaan dan keluarganya. Konon, tidak jarang, orang yang lahir di hari kamis selalu menjadi tulang punggung bagi keluarganya . Karier terbaik seperti pelaut, pekerjaan yang menguras tenaga, bisnisman karena bisa mengembangakan usahanya dengan baik.

“Jalma anu lahima poe kemis ngabogaan sipat nu teu gampang putus pangharepan, sumanget gawena tur hade, tekun, giat tina latihan. Sok teu betahan di imah. Kadang sok loba omong wungkul, curigaan tapi hadena tara boga sipat ngadendam.”

Artinya: Orang yang lahir di hari kamis menurut primbon sunda itu tidak mudah putus asa, dan memiliki semangat kerja yang tinggi, tekun, dan giat berlatih. Namun cenderung ia tidak betah dirumah, sedikit banyak bicara, dan mudah curigan, namun tidak pernah dendam dengan orang lain.
[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”center”]Wedal poé JUMA’AH (Lahir hari jum’at)
“Hartina Cai”[/asap_note]
Lambang Air yang disimbolkan menurut parimbon sunda wedal terhadap orang yang lahir di hari jum’at ini memiliki sifat yang diam-diam menghanyutkan, selain itu memiliki sifat yang tenang dan dingin, namun ia juga seseorang yang pemurung dan cenderung bersedih, karena setiap persoalan sekecil apapun selalu dimasukan kedalam hati.

Namun, orang ini sangat bijaksana luar biasa, cenderung suka mengalah daripada harus bertikai dengan orang lain dan mencintai ketenangan. Karir yang cocok menjadi seorang penulis, sastrawan, seniman, jurnalis, dan hakim karena sikapnya yang tenang dan bijaksana sangat menunjang terhadap kariernya.

“Jalma anu lahirna poe Juma’ah ngabogaan sipat nu tenang, nyegerkeun, tapi oge sok siga ombak mun manehna ngamuk. Cicingan, tapi prinsipna “leuwih hade cicing daripada ngomong nu teu aya mangpaatna.” Wibawana tingkat luhur, jadi loba dipika kagum ku jalma. Tapi egois, keukeuh, kumaha manehna sok “asa pang aingna” jeung sagala kahayangna kudu bisa dicumponan.”

Orang yang lahir di hari Jum’at cenderung memiliki sifat yang tenang, menyegarkan, namun terkadang seperti ombak, apabila marah. Pendiam, tapi prinsipnya “lebih baik diam daripada membicarakan yang tidak ada manfaatnya”. Tingkat kewibawanya sangat tinggi, jadi banyak dikagumi oleh orang lain. Akan tetapi ia egois, keras kepala, suka merasa bahwa dirinyalah paling hebat dan segala kemauannya harus bisa dituruti.
[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”center”]Wedal poé SAPTU (Lahir hari sabtu)
“Hartina Taneuh atawa Bumi”[/asap_note]
Simbol tanah atau bumi yang digambarkan menurut primbon sunda terhadap orang yang wedal di hari sabtu konon mempunyai jiwa petualang yang sangat tinggi, pemberani, dan mempunyai sifat ulet dan tidak mudah menyerah dalam berusaha. Menurutnya, kegagalan hanya sebagai kesuksesan yang tertunda. Karir yang cocok untuk mereka adalah duta besar, antropogi, atau ahli sejarah.

“Jalma anu lahirna poe saptu ngabogaan sipat pisikna kuat, pendirianna oge kokoh jeung kuat hatena. Cita-citana luhur jeung berean. Moal asa-asa mun mere asalkeun bisa nulungan ka batur. Gorengna, sok hayang nguasaan jeung ngabogaan anu dipikaresep, rada egois, jeung sombong. Tapi teu gancang putus asa jeung leukeunan kana ikhtiar.”

Artinya: Orang yang lahir di hari sabtu cenderung memiliki fisik yang kuat, pendirian kokoh dan kuat hatinya, selain itu cita-citanya tinggi dan suka berbagi. Tidak tanggung-tanggung dalam menolong untuk memberikan apa yang ia miliki asalkan bisa menolong orang lain. Namun, terkadang ia suka ingin menguasai dan memiliki apa saja yang ia sukai, sehingga sedikit egois dan sombong. Namun, tidak mudah putus asa dan ulet dalam beriktiar atau bekerja.
[asap_note color_bg=”#ffffc1″ color_text=”#181818″ position=”center”]Wedal poé MINGGU (Lahir hari minggu)
“Hartina Mega atawa Langit”[/asap_note]
Sesuai dengan lambanya yaitu  langit atau dalam bahasa sunda”mega” menurut paririmbon orang yang lahir di hari mingu ini konon memiliki wawasan yang luas dan mempunyai pandangan jauh ke depan, optimis, namun cenderung sombong dan ingin menang sendiri. Tak jarang sering merasa paling cerdas, selalu bahagia dan jarang bersedih. Karirnya yang baik adalah presiden, pilot, ahi pidato, dan model.

“Jalma anu lahirna poe ahad  ngabogaan sipat pergaulanna anu alus, luas saluas mega teu aneh mun mun manehna loba babaturana, jalmana hade basa jeung laku ka sasaha wae. Pinuh sumanget, ngan kakurangna sok kamalinaan kana kasedih, sagala kahayangna kudu dicumponan, lamur henteu sok bakal ngusahakeun ku cara naon bae. Lamun soal cinta, manehna satia dan lain tipe jalma nu gampangan.”

Artinya, orang yang lahir di hari minggu banyak memiliki teman, karena mudah bergaul., pergaulannya luas seluas langit. Orangnya baik dalam bertutur kata dan berperilaku terhadap sesama. Memiliki semangat kerja yang tinggi. Namun kekurangannya, mereka suka berlebihan ketika bersedih, segala keinginannya harus dipenuhi, jika tidak? Ia akan mengusahakannya dengan cara apa saja. Masalah percintaan, mereka setia dan bukan tipe orang yang gampangan.

Baca juga:

Seiring berjalannya waktu primbon sunda atau paririmbon sunda mulai dianggap hanya sebagai budaya serta penggunaannya pun mulai menggurang. Namun, dibeberapa tempat tidak sedikit pula masyarakat Sunda masih menggunakan pariribbon ini, seperti misalnya untuk penentuan tanggal-tangga penting seperti hari pernikahan, jodoh dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *