Permainan Egrang Tradisional, Fungsi dan Cara Memainkannya

Permainan Egrang – Dijaman seperti sekarang ini rasanya masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan sudah sangat jarang sekali memainkan permainan tradisional seperti permainan egrang ini. Ironisnya masyarakat di pedesaan juga sudah terpengaruhi oleh budaya yang ber-unsur teknologi yang terdapat pada permainan anak-anak sekarang. Sehingga, permainan tradisional seperti ini sudah mulai jarang dimainkan lagi.

Ini suatu kekhawatiran bagi sebagian negara yang berbudaya termasuk indonesia, karena cepat atau lambat budaya tersebut akan terkikis secara berlahan-lahan sehingga habis dan menjadi punah. Oleh karena itulah mari kita melestarikan permainan tradisional seperti yang ada dijawa barat dan khususnya semua yang ada di indonesia ini.

Baca juga: 50 Contoh Kaulinan Barudak Sunda Fungsi dan Manfaatnya

Permainan Egrang sebagai Media Permainan Tradisional

Permainan Egrang sebagai Media Permainan Tradisional

Istilah nama permainan “egrang” jika di daerah Jawa Barat (pasundan) sendiri disebut juga sebagai permainan jajangkungan atau ada juga yang menyebutnya jajalangkungan. Asal dari kata “jangkung” itu artinya “tinggi“. Jadi, jajangkungan adalah membuat “menjadi tinggi” karena dalam permainan ini menggunakan media dua buah bambu yang disambungkan dengan bambu yang berukuran kecil yang di ikat ke arah horisontal sebagai pijakan kaki.

Ketinggian dari pijakan tersebut dapat dibuat sesuai dengan keinginan, atau kemampuan dan juga ketinggian dari anak atau orang yang bermain tersebut. Dalam permainan ini sangat dibutuhkan keseimbangan yang sangat tinggi, karena pengoperasian dalam permainan egrang ini seperti layaknya orang berjalan. Selain dimainkan oleh anak-anak, permainan ini juga disebut sebagai permainan orang dewasa, karna dulunya egrang sering digunakan sebagai alat transportasi untuk pergi ke mesjid.

Jenis Permainan Egrang

Jenis permainan egrang

sumber gambar wartabromo.com

Ada beberapa jenis permainan dalam bermainan egrang ini, misalnya dilombakan untuk berlari yang mulai dari garis start hingga finish dengan jarak 100 sampai dengan 200 meter, selain digunakan sebagai perlombaan permainan ini juga sering dijadikan permainan untuk menjatuhkan lawan dengan menendang kaki-kaki dari lawan nantinya. Hal ini tentunya menjadi lebih menarik, sehingga siapa saja yang jatuh maka dia dinyatakan kalah.

Media Pembuatan Egrang

Egrang termasuk salah satu permainan tradisional yang dibuat dari dua buah bambu yang memiliki ukuran yang sama tinggi kira-kira 1 sampai 2 meter, kemudian permainan ini dilakukan dengan cara berjalan ataupun berlari. Biasanya ketika bermain egrang ini anak-anak yang bermain berlari menuju garis finish dan siapa yang duluan sampai ke garis finish maka dialah yang dikatakan sebagai pemenang.

Proses Pembuatan Egrang

Untuk membuat egrang dibutuhkan 2 buah batang bambu dengan ukuran dan besar yang sama persis yang akan digunakan sebagai pegangan.
Proses pembuatan egrang
Bambu yang dipilih haruslah lurus dan sudah tua. Kira-kira panjang bambu dibuat sekitar 1,5 sampai 2 meter atau bisa juga lebih, sesuai dengan keinginan. kemudian siapkan dua buah bambu lagi yang berukuran lebih pendek sekitar 30 sampai 40 cm untuk pijakan kakinya.

Dua bambu panjang yang akan digunakan sebagai pegangan yang sama tingginya diberi lubang atau di “cowak” dengan ketinggian yang dapat disesuaikan. Salah satu pangkal atau ujung bambu (lebih kurang 20 sampai 30 cm dari salah satu pangkal bambu) dilubangi untuk memasukan potongan bambu sebagai tempat menginjakan kaki.

Kemudian, masukan bambu pendek ke dalam lubang pada setiap bambu panjang tersebut. Cara menyatukan bambu yang panjang dan bambu yang pendek ada dua cara, yang pertama adalah menggunakan paku dan yang kedua diikat dengan tali sampai kuat.

Ikat atau paku pada bagian potongan bambu dan lubang tersebut, pastikan sambungan di ikat dengan kuat untuk dinaiki.

Fungsi Permainan Egrang

Permainan egrang merupakan permainan ketangkasan dimana dalam permainan ini mengajarkan anak-anak bagaimana caranya menjaga konsentrasi dan keseimbangan tubuh mereka ketika sedang menaiki egrang dan berjalan.

Selain itu, permainan egrang ini juga sebagai salah satu permainan adu kecepatan dengan pola permain yang dilakukan secara berlari mulai garis awal hingga garis akhir.

Permainan egrang biasanya ini dimainkan oleh anak-anak di halaman rumah, disudut-sudut jalan dan juga dilapangan besar dengan tujuan agar mereka lebih leluasa berlari sepuasnya saat bermain.

Baca juga: Rupa-Rupa Permainan Kaulinan Barudak Lembur Untuk Pendidikaan Non-Formal

Cara Bermain atau Memainkan Egrang

Cara Bermain atau Memainkan Egrang

Permainan egrang biasanya dilakukan oleh para muda mudi, umumnya oleh anak laki-laki mulai dari usia 10 sampai dengan 25 tahun dan hanya sebagian kecil saja dari anak perempuan yang memainkan jenis permainan ini. Karena permaianan engrang termasuk kedalam salah satu permainan ketangkasan.

Cara memainkan permainan ini adalah dengan cara memegang kedua bambu dengan kuat dalam posisi tegak, kemudian salah satu kaki diangkat terlebih dahulu tepat mengenai bambu atau kayu pendek sebagai tempat pijakan untuk kaki, kemudian kaki yang satunya lagi ikut diangkat.

Bisa juga dengan menjepitkan ibu jari kaki dengan bambu tersebut, dan apabila sudah seimbang maka mulailah berjalan sambil diiringi dengan kekuatan tangan yang memegang dua buah bambu tersebut. Kemudian langkahkan kaki seperti layaknya orang berjalan. Keseimbangan sangat diperlukan dalam proses ini karena kita harus berusaha agar tidak terjatuh saat berjalan.

Pelaku

Pada dasarnya permainan egrang atau jajangkungan ini bisa dimainkan oleh anak laki-laki dan perempuan. Permainan ini umumnya dimainkan oleh anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Sifat dari permainan ini sebenarnya hanyalah untuk mengisi waktu luang saja atau hanya sekedar untuk hiburan ketika bermain.

Namun, ketika egrang dimainkan secara berkelompok bisa dibuat menjadi sebuah pertandingan (game), yaitu kita dapat berlomba berlari sambil menaiki egrang tersebut untuk menentukan siapa yang paling cepat sampai di tempat yang telah ditentukan.

Jalannya Permainan

Untuk menggunakan egrang diperlukan konsentrasi dan keseimbangan, bila tidak seimbang tentu saja akan jatuh, dan tidak akan bisa berjalan menggunakan egrang. Kaki kiri dan kaki kanan satu per-satu dinaikkan sambil menjepit bagian bilah bambu dan kemudian baru diangkat secara perlahan-lahan dan selanjutnya kita dapat berjalan menggunakan alat tersebut.

Bagi yang pertama memainkan permainan ini biasanya ada yang memegangnya terlebih dahulu ketika seseorang tersebut akan menaiki egrang, karena belum bisa menyeimbangkan.

Waktu dan Tempat Bermain

Permainan ini dapat dilakukan kapan saja, tidak ada musimnya. Biasanya permainan egrang dimainkan pada siang atau sore hari, atau ketika anak-anak sudah pulang dari sekolah.

Permainan ini pada umumnya dimainkan di tempat yang luas atau jalanan kampung yang besar. Ketika seseorang sudah terampil memainkan egrang, biasanya bisa dilakukan di mana saja, seperti di jalanan sempit ataupun jalan setapak.

Sejarah Permainan Egrang

Permainan ini dipercaya oleh masyarakat umurnya sudah ratusan tahun, tapi tidak diketahui secara pasti mengenai asal-usul dari permainan yang satu ini. Zaman dahulu, permainan egrang atau “jajangkungan” digunakan untuk melatih keterampilan dan kemampuan seseorang ketika berdiri pada dua buah bambu. Selanjutnya keterampilan ini digunakan untuk menyebrangi sungai dengan cara berjalan atau berlari menggunakan dua buah bambu ini.

Penutup

Dalam perkembangan permainan tradisional egrang atau permainan jajangkungan yang dapat dimainkan oleh anak-anak dan orang dewasa ini, hanyalah sekedar untuk hiburan ketika bermain. Namun, sekarang egrang sudah jarang sekali dan bahkan sulit ditemukan orang yang memainkan permainan ini.

Di jawa barat sendiri untungnya masih ada beberapa komunitas yang sangat peduli dan cinta terhadap kesenian terutama dalam melestarikan permainan tradisional atau kaulinan barudak baheula ini, sehingga dapat terus dimainkan dan mengenalkannya kepada mereka anak-anak sebagai generasi penerus.

Baca juga: Permainan Oray Orayan, Lirik, dan Cara Bermain Beserta Manfaatnya