✔ Contoh Kata dan Kalimat Homonim Percakapan dan Artinya

Homonim adalah kata yang mempunyai makna atau arti yang berbeda namun ejaan atau lafalnya sama. Definisi homonim sendiri menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah kata yang sama dengan baik ejaan maupun lafalnya, namun berbeda makna sebab berasal dari sumber yang berlainan seperti contoh misalnya kata “hak” Berbeda makna pada hak asasi manusia, dengan hak pada hak sepatu.

Jadi, homonim adalah satu kata yang mempunyai ejaan atau lafadh yang sama, akan tetapi mempunyai makna atau arti yang berbeda. Nah, jika lafalnya sama disebut dengan homograf, sedangkan jika yang sama itu ejaannya maka disebut dengan homofon.

“Kata homonim sendiri berasal dari bahasa yunani, kata homo yang artinya sama sedangkan nym artinya nama, jadi homonim merupakan kata yang penamaan dan pengucapannya sama akan tetapi arti dan maknanya berbeda”

Contoh Kata dan Kalimat Homonim dan Artinya

Contoh Kata dan Kalimat Homonim dan Artinya

Dibawah ini adalah beberapa contoh dari penggunaan kalimat yang menggunakan kata homonim atau kata yang dalam pengucapannya sama, akan tetapi berbeda arti maupun maknanya.

1. Contoh kata homonim “Bulan”

a. Bulan (nama bulan dalam kalender)
b. Bulan (nama salah satu satelit)

Contoh kalimat:

> Malam ini Bulan sangat terlihat sangat indah sekali.
> Ayahku akan pulang bulan Februari 2024 yang akan datang

2. Contoh homonim kata “Genting”

a. Genting (dalm kondisi gawat)
b. Genting (atap rumah)

Contoh kalimat:

> Genting rumah temanku rusak akibat hujan angin kemarin malam
> Peristiwa terebut menjadi semakin genting ketika polisi datang

3. Contoh homonim kata “Rapat”

a. Rapat (sebuah pertemuan)
b. Rapat (tidak ada jarak)

Contoh kalimat:

> Semua wali murid diharapkan kedatangannya pada rapat sekolah jam 2 siang
> Tutuplah pintu itu dengan rapat agar tidak ada tikus yang masuk

4. Contoh kata homonim “Akar”

a. Akar (operasi aljabar di dalam matermatika)
b. Akar (bagian dari tumbuhan)

Contoh kalimat:

> Susi sedang belajar matermatika tentang akar persamaan kuadrat
> Andi mencabut pohon itu beserta akarnya

5. Kata homonim: “Bisa”

a. Bisa (dapat)
b. Bisa (racun)

Contoh kalimat:

> Saya bisa membeli sepedah kapanpun saya mau (bisa berarti dapat)
> Paman ku terkena bisa ular yang mematikan (bisa artinya racun)

6. Kata homonim: “Bunga”

a. Bunga (imbalan)
b. Bunga (bagian tumbuhan)

Contoh kalimat:

> Anak-anak itu sedang mengambil bunga di taman
> Aku tidak mau meminjam di Bank itu, karena bunganya sangat besar

7. Kata homonim: “Beruang”

a. Beruang (nama hewan)
b. Beruang (orang yang banyak uang)

Contoh kalimat:

> Aku melihat beruang itu memakan sesuatu di semak-semak (Beruang artinya nama hewan)
> Wajar saja dia bisa membeli mobil karena dia orang yang beruang (Beruang artinya orang yang banyak uang)

8. Kata homonim: “Selang”

a. Selang (sela atau jeda antara waktu )
b. Selang (alat untuk mengaliri air)

Contoh kalimat:

> Aku membutuhkan selang yang panjang untuk menguras air kolam (Selang artinya kata benda)
>Selang beberapa jam Anton berjalan menghampiri ani (Selang artinya waktu, peristiwa, ruang, dan sebagainya)

9. Kata homonim: “Mata”

a. Mata (nama panca indra)
b. Mata (tempat atau pusat sesuatu)

Contoh kalimat:

> Di desa itu kebanyakan orang bertani sebagai mata pencaharian mereka
> Mata ku kelilipan saat sedang bermain di pasir tersebut

10. Kata homonim: “Tangga”

a. Tangga (alat untuk naik dan turun)
b. Tangga (keadaan, atau keluarga baru)

Contoh kalimat:

> Andi sedang menaiki tangga untuk sampi ke atas atap itu
> Ibuku hanya seorang ibu rumah tangga di rumah

Contoh Penggunaan Kata Homonim Pada Percakapan

Contoh Penggunaan Kata Homonim
Contoh Penggunaan Kata Homonim Pada Percakapan

Contoh 1 :

A : “Kau jadi berangkat besok atau minggu depan?”
B : “Belum tahu.”

Homonim terdapat pada kata “tahu” (kata kerja) yang seharusnya memiki arti mengerti, namun disalah artikan dengan kata tahu (kata benda) yang berarti makanan dari kedelai putih yang digiling halus-halus, direbus, dan dicetak. Kata tersebut memiliki penulisan dan pelafalan yang sama, namun memiliki arti yang berbeda.

Contoh 2 :

A : “Minumnya mau apa, mas?”
B : “Teh tawar.”

Homonim terdapat pada kata “tawar” (kata sifat) yang berarti tidak ada rasanya dan di salah artikan menjadi tawar (kata kerja) yang artinya negosiasi dalam transaksi jual beli.

Contoh 3 :

A : “Kau nggak ambil uang sekalian di UNS?”
B : “Nggak, ah. ada 20 atm.”

Homonim terletak pada kata “atm” yang mengacu pada satuan tekanan atmosfer, dan disalah artikan dengan mesin ATM yang merupakan singkatan dari anjungan tunai mandiri.

Contoh 4:

Dewa sedang membaca buku tentang dewa Yunani kuno.”

“Dewa” yang pertama adalah nama seseorang, yang sedang melakukan kegiatan yaitu membaca. Sedangkan “dewa” yang berikutnya adalah objek atau perihal yang menerima kerja dari subjek, yaitu entitas dewa Yunani kuno.

Membedakan diksi homonim apalagi melalui penuturan lisan memang lebih sulit, karena banyak faktor yang mempengaruhi kita secara langsung dalam menerima pesan dari diksi tersebut, tetapi hal itu bisa dilakukan jika kita mau menyediakan waktu untuk mencerna suatu pesan dengan diksi homonim dengan seksama.

Kesimpulan:

Bahasa memiliki peran penting dalam penyampaian humor. Beberapa penggunaan ragam bahasa yang populer dalam humor adalah homonim, homofon, atau pun. Pun yang juga disebut paronomasia termasuk ke dalam bahasa gaul atau bahasa ABG yaitu ragam bahasa Indonesia non standar yang lazim digunakan oleh anak muda.

Penggunaan homonim, homofon, atau pun ini populer di kalangan pengguna media sosial khususnya mahasiswa dalam interaksi sehari-hari. Seseorang sebagai penutur dalam humor dengan kreatif menciptakan jokes menggunakan permainan bahasa. Orang lain yang berperan sebagai lawan tutur akan menanggapi jokes tersebut dengan respon tertawa setelah memahami makna yang dimaksud penutur. Hal ini menjadi bukti berkembangnya penggunaan bahasa dalam konteks kegiatan sederhana seperti bercanda.

Populer

Flashnews