√ Lirik Lagu Manuk Dadali dan Artinya, Sejarah, Notasi dan Maknanya

Lirik Manuk Dadali (Aksara Sunda: ᮙᮔᮥᮊ᮪ ᮓᮓᮜᮤ) adalah salah lagu yang berasal dari jawa barat, lagu dalam lirik bahasa sunda ini diciptakan oleh salah seseorang pencipta lagu dan sekaligus penyiar radio perjuangan di kota bandung saat itu yaitu Sambas Mangundikarta.

Manuk Dadali yang berarti burung Garuda ini melambangkan rasa nasionalisme dari bangsa indonesia. Karna dalam lirik lagu tersebut melukiskan keperkasaan burung garuda yang diibaratkan sebagai kejayaan bangsa Indonesia.

Sejarah dan Daerah Asal Lagu Manuk Dadali

Sejarah dan Daerah Asal Lagu Manuk Dadali

Sejarah lagu manuk dadali – Dalam sejarahnya, lagu ini diciptakan untuk menyemangati para pejuang bangsa indonesia pada saat jaman penjajahan dahulu. Manuk Dadali diciptakan untuk mengusung semangat nasionalisme dan para pejuang pahlawan kemerdekaan, khususnya dijawa barat.

Di masa penjajahan, tentu para pejuang kita sangat memerlukan sekali penyemangat, baik itu penyemangat melalui puisi, syair dan lagu, sehingga oleh karena itulah lagu manuk dadali diciptakan, serta dipilih dan dijadikan sebagai lagu penyemangat para pahlawan karena dianggap liriknya sangat cocok dan sekaligus menggambarkan kejayaan dari bangsa Indonesia.

Baca Juga: Lirik Lagu Bubuy Bulan, Arti dan Makna yang Terkandung

Selain itu, lagu ini juga tumbuh karena rasa kecintaan masyarakat jawa barat terhadap Tanah Air Indonesia. Cinta yang mencerminkan harapan-harapan akan hadirnya negara yang kuat dan juga hebat, negara yang tak pernah menyerah dalam mengusir segala bentuk penjajahan di Negara Indonesia.

Dari kecintaan kepada tanah air itulah kemudian mengibaratkannya seperti layaknya burung garuda atau Dadali yang sedang terbang tinggi sambil melebarkan sayapnya dengan gagah berani di angkasa. Lahirnya lagu Manuk Dadali juga tidak lain karena semangat rasa nasionalisme yang menembus batas-batas etnosentris saat itu.

Siapakah Pencipta Lagu Manuk Dadali?

Siapakah Pencipta Lagu Manuk Dadali

sumber gambar: wikipedia.org

Lagu manuk dadali diciptakan oleh Sambas Mangundikarta, beliau adalah salah seorang pencipta lagu dan sekaligus penyiar radio di RRI bandung. Jauh sebelum itu, beliau juga pernah menjadi anak buah dari Jenderal Dr. Mustopo, dan bertugas di Radio Perjuangan Jawa Barat.

Lagu manuk dadali mulai populer sekitar tahun 1962-an. Lagu Manuk Dadali selama 6 bulan menempati urutan teratas di radio RRI Bandung dalam pemilihan tangga lagu-lagu baru, bahkan kesebelasan Persib pun menjadikan lagu ini sebagai pengiringnya, disetiap memasuki lapangan sepak bola di Stadion Siliwangi, Bandung.

Lirik Lagu Manuk Dadali Lengkap dan ArtinyaLirik Lagu Manuk Dadali Lengkap dan Artinya

Berikut, dbawah ini adalah informasi dari lirik dari lagu manuk dadali lengkap beserta dengan artinya kedalam bahasa indonesia.

Informasi Lagu Manuk Dadali

Judul Lagu : Manuk Dadali
Pencipta Lagu : Sambas Mangundikarta
Daerah Asal : Provinsi Jawa Barat
Genre : Lagu Daerah

Manuk Dadali Lirik

“Lirik Manuk Dadali”

Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang
Mébérkeun jangjangna bangun taya karingrang
Kukuna ranggoas reujeung pamatukna ngeluk
Ngapak méga bari hiberna tarik nyuruwuk

Saha anu bisa nyusul kana tandangna
Tandang jeung pertentang taya bandinganana
Dipikagimir dipikaserab ku sasama
Taya karempan kasieun leber wawanenna

Refrain:

Manuk dadali manuk panggagahna
Perlambang sakti Indonesia Jaya
Manuk dadali pangkakoncarana
Resep ngahiji rukun sakabéhna

Hirup sauyunan tara pahiri-hiri
Silih pikanyaah teu inggis béla pati
Manuk dadali ngandung siloka sinatria
Keur sakumna Bangsa di Nagara Indonesia

*Refrain : Nyaeta Wirahma nu di tembangkeuna ku cara di ulang-ulang)

Arti Lirik Dalam Bahasa Indonesia

“Arti Lirik Manuk dadali”

Terbang melesat tinggi, jauh di awang-awang
Merentangkan sayapnya, tegak tanpa rasa keraguan
Kukunya panjang dan paruhnya melengkung
Menyongsong langit dengan cergas terbangnya

Siapa yang bisa menyaingi keberaniannya
Gagah dan perkasa tak ada tandingannya
Dihormati dan disegani oleh sesama
Tanpa ragu tanpa takut, besar nyalinya

Refrain:

Burung garuda, burung paling gagah
Lambang sakti Indonesia jaya
Burung garuda, yang paling tersohor
Senang bersatu, rukun semuanya

Hidup berhimpun tanpa saling iri
Saling menyayangi, tak sungkan membela
Burung garuda adalah lambang kesatriaan
Untuk seluruh bangsa di negara Indonesia

Baca juga: Arti Lirik atau Syair Lagu Cing Cangkeling Bahasa Sunda

Notasi Lagu Manuk Dadali

Not Balok dan Chord Manuk Dadali

Makna dari Lagu Manuk Dadali

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa makna dari lagu ini adalah untuk menyemangati para pahlawan dalam berjuang menghadapai para penjajah yang mencerminkan rasa kecintaan terhadap Tanah Air. Selain itu, sebagai harapan akan hadirnya negara yang kuat, hebat, dan tidak pernah menyerah dalam mengusir penjajahan di Negara Indonesia.

Makna lebih dalam

Manuk Dadali berarti Burung Garuda, yang sekaligus menjadi lambang negara kita saat ini. Lirik Lagu ini mengisahkan tentang tingginya martabat negara kesatuan republik indonesia kita yang diibaratkan seperti Burung Garuda. Burung yang kuat, paling disegani, gagah berani dan memiliki daya juang yang sangat tinggi.

Selain menggambarkan tentang negara yang kuat, gagah, dan pemberani, lirik lagu manuk dadali ini juga menceritakan tentang kehidupan dalam bingkai Ke-bhinekaan Tunggal Ika. Kehidupan yang harmonis dari sebuah negara yang dijadikan sebagai tiang-tiang dari kebudayaan, ras, suku, agama dan elemen-elemen kebangsaan lainnya.

Penutup:

Semoga dengan mendengarkan dan menghayati dari arti lirik lagu Manuk Dadali ini juga, kita dapat mengembalikan rasa semangat nasionalisme kita untuk tetap mencintai bangsa Indonesia tercinta ini. Seberapa pun banyak nagara yang ingin memecah-belah negeri ini, kita hadapi bersama, semua ras, kebudayaan, suku, agama dan elemen-elemen kebangsaan lainnya harus tetap bersatu demi memperkuat kesatuan dan persatuan Tanah Air Indonesia.

Nah, demikianlah informasi mengenai sejarah, asal muasal, pencipta lagu, makna dari lirik lagu manuk dadali yang berasal dari jawa barat ini, yang hingga sampai sekarang ini masih terus diperdengarkan di Jawa Barat, terutama dalam siaran-siaran radio republik indonesia (RRI). Semoga dapat bermanfaat, terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *